SEC Luncurkan "Project Crypto" untuk Memodernisasi Aturan Pasar Berbasis Blockchain
Ringkasan Pasar AI
SEC's "Project Crypto" menandakan perubahan besar arah regulasi menuju memungkinkan pasar yang ditokenisasi dan mengisyaratkan bahwa sebagian besar aset digital mungkin tidak diperlakukan sebagai sekuritas, sehingga mengurangi beban penegakan. Pekerjaan yang direncanakan terkait kustodian, kerangka perdagangan, pengungkapan, dan integrasi DeFi, ditambah MOU SEC–CFTC pada Maret 2026, dapat meningkatkan kejelasan hukum dan struktur pasar. Dalam jangka pendek, ini meningkatkan kelayakan bagi institusi dan menurunkan persepsi risiko regulasi di seluruh kripto.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+1.75%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengambil langkah yang nyaris tak terbayangkan dua tahun lalu: menyusun rencana resmi untuk menulis ulang aturan pasar sekuritas agar aktivitas pasar keuangan dapat berjalan di atas infrastruktur blockchain. Ketua SEC Paul Atkins pada 31 Juli 2025 memperkenalkan "Project Crypto", sebuah inisiatif menyeluruh untuk memperbarui regulasi sekuritas AS di era onchain. Intinya, jika saham, obligasi, dan aset tradisional lain akan ditokenisasi, aturan yang mengaturnya harus selaras dengan karakter teknologi tersebut.
Isi utama "Project Crypto"
Elemen paling berdampak adalah sikap SEC bahwa mayoritas aset digital semestinya tidak diklasifikasikan sebagai sekuritas. Artinya, sebagian besar token tidak akan diperlakukan seperti saham, sehingga tidak otomatis tunduk pada kewajiban registrasi, persyaratan pengungkapan, dan risiko penegakan yang selama bertahun-tahun membebani industri.
Pengembangan inisiatif ini akan dikoordinasikan bersama Crypto Task Force SEC yang dipimpin Komisaris Hester Peirce. Satuan tugas tersebut diperkirakan menyusun usulan terkait aturan kustodian, kerangka perdagangan, standar distribusi aset digital, serta integrasi sistem decentralized finance (DeFi) ke dalam lanskap keuangan yang teregulasi. SEC juga memasukkan rencana persyaratan pengungkapan yang lebih spesifik dan pengecualian tertentu untuk penawaran kripto.
Koordinasi lintas lembaga dan jadwal
SEC menargetkan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) pada Maret 2026. MoU ini diharapkan membentuk kerangka bersama untuk mengklasifikasikan token yang tidak berada dalam cakupan hukum sekuritas. Perombakan regulasi yang lebih luas juga mencakup pembaruan aturan struktur pasar yang ada, termasuk Regulation NMS. Pada pertengahan 2026, SEC berencana menyiapkan jalur regulasi yang lebih inovatif dan aturan baru yang dapat mengakomodasi sistem perdagangan onchain berdampingan dengan bursa tradisional.
SEC menyatakan "Project Crypto" sejalan dengan target Presiden Trump untuk menjadikan AS pemimpin global dalam cryptocurrency. Inisiatif ini juga merespons rekomendasi President's Working Group on Digital Assets, sehingga memperoleh dukungan tingkat eksekutif yang sebelumnya tidak dimiliki sejumlah proposal pro-kripto.
Dampaknya bagi investor
Dengan menegaskan bahwa sebagian besar aset digital bukan sekuritas, SEC mengurangi risiko hukum yang selama ini membayangi hampir semua proyek token di AS. Perusahaan yang sebelumnya menghadapi potensi tindakan penegakan karena menjual sekuritas tanpa registrasi kini berpeluang beroperasi dalam kerangka yang lebih terdefinisi.
Arah kebijakan SEC terkait solusi kustodian untuk sekuritas yang ditokenisasi akan menentukan apakah bank dapat menyimpan aset tersebut untuk klien. Faktor ini akan memengaruhi kemampuan dana pensiun dan endowment untuk beralokasi. Kerangka lintas lembaga yang lebih koheren bersama CFTC juga dapat membuka jalan bagi produk derivatif kripto yang teregulasi, yang saat ini masih berada di area abu-abu secara hukum. Dengan tenggat pertengahan 2026 untuk pembaruan aturan struktur pasar, periode satu tahun ke depan diperkirakan menjadi fase krusial.