SEC Ajukan Skema Self-Custody Bersyarat untuk Aset Kripto oleh Penasihat Investasi
Ringkasan Pasar AI
Ketua SEC Paul Atkins meminta staf untuk menyusun kerangka kerja bersyarat yang memungkinkan penasihat investasi melakukan kustodi mandiri atas aset kripto milik klien dan dana serta berpotensi memperluas kustodian yang memenuhi syarat ke perusahaan trust tingkat negara bagian. Ini menangani kendala praktis di mana beberapa token tidak memiliki kustodian pihak ketiga yang memenuhi syarat, yang dapat membatasi partisipasi penasihat. Sementara kemajuan legislasi yang lebih luas (CLARITY Act) terhenti, pembuatan aturan SEC yang sedang berlangsung menandakan normalisasi regulasi bertahap untuk infrastruktur pasar kripto.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-2.52%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Odaily Planet Daily melaporkan: Ketua U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) Paul Atkins mengatakan ia telah meminta staf menyusun proposal yang memungkinkan penasihat investasi menyimpan langsung (custody) aset kripto milik klien serta dana yang diregulasi, dengan persyaratan tertentu. SEC juga diminta mempertimbangkan agar perusahaan trust tingkat negara bagian dapat berperan sebagai kustodian.
Atkins menilai sebagian aset kripto saat ini belum memiliki kustodian pihak ketiga yang memenuhi kualifikasi. Rencana terkait custody ini menjadi salah satu bagian dari kerangka regulasi kripto SEC. Revisi aturan custody aset kripto SEC sebelumnya telah masuk proses peninjauan Gedung Putih pada Agustus.
Kerangka tersebut turut mencakup dua inisiatif lain, yakni usulan Crypto Assets Regulation yang diajukan pada 18 Agustus serta Modernization of Transfer Agent Rules yang mengatur penerbitan dan pemindahan aset kripto. Atkins juga mendorong Kongres mempercepat pembahasan CLARITY Act, tetapi rancangan undang-undang itu gagal melaju pada 15 September dalam pemungutan suara prosedural di Senat, dengan 49 suara mendukung dan 50 menolak. (Bitcoin.com News)