SEC dan CFTC Berkolaborasi Dorong Pasar Beralih Onchain lewat "Project Crypto"

Ringkasan Pasar AI
Ketua SEC Paul Atkins mengumumkan MoU SEC\u0027CFTC di bawah \u0022Project Crypto\u0022 untuk menyelaraskan definisi aset digital dan mengoordinasikan pengawasan, yang menandakan pergeseran dari ambiguitas yang mengutamakan penegakan menuju kerangka kerja yang memungkinkan infrastruktur pasar onchain yang teregulasi. Dengan aset dunia nyata yang ditokenisasi terus berkembang dan institusi menyelesaikan transaksi Treasury yang ditokenisasi secara onchain, garis yurisdiksi yang lebih jelas dapat mengurangi beban regulasi dan meningkatkan kepercayaan pasar, sementara ketidakpastian jangka dekat tetap ada terkait implementasi, jadwal, dan kapabilitas pengawasan.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+1.30%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Pertarungan soal struktur pasar kripto di Washington kini bergeser dari sekadar menahan regulasi keras menjadi dorongan nyata dari Securities and Exchange Commission (SEC) untuk membangun ulang kerangka pengawasan yang memungkinkan pasar tradisional berpindah ke onchain. Ketua SEC Paul Atkins, dalam pidato di The Economic Club of New York pada 30 Juni 2026, mengumumkan bahwa SEC telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Kesepakatan ini ditujukan untuk menyelaraskan definisi-definisi kunci dan mengoordinasikan pengawasan aset digital. Menurut laporan yang diangkat WuBlockchain, Atkins menyebut langkah tersebut diperlukan untuk mengubah "kekosongan regulasi" menjadi "lahan subur bagi inovasi". Momentum pengumuman ini berdekatan dengan dinamika politik: empat hari sebelum Senat dijadwalkan melakukan pemungutan suara atas salah satu rancangan undang-undang kripto paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir, kelompok kepentingan perbankan disebut berupaya menggagalkan pembahasan dengan menuntut perubahan mendadak atas kompromi yang baru mereka terima. Di tengah situasi itu, SEC dan CFTC memilih merapikan jalur regulasi lewat koordinasi antar-lembaga, alih-alih menunggu Kongres menyelesaikan semua perdebatan. Atkins juga mengaitkan inisiatif ini dengan target Presiden Trump untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai "ibu kota kripto dunia". SEC, kata Atkins, sedang memodernisasi aturan lewat program "Project Crypto" guna mendukung migrasi pasar ke infrastruktur blockchain. Project Crypto dan dorongan kepastian aturan Gagasan Project Crypto dinilai sederhana: SEC tidak lagi memposisikan kripto sebagai aktivitas pinggiran yang dipaksa menempel pada aturan sekuritas lama, melainkan menjadikan penyusunan aturan yang jelas untuk aset digital sebagai prasyarat agar pasar dapat berfungsi. Atkins menekankan, kerangka kerja yang dapat dijalankan bukanlah bentuk konsesi untuk industri, melainkan kebutuhan mendasar. Tanpa kepastian, pelaku pasar sulit mengetahui batas antara sekuritas, komoditas, dan instrumen lain. Akibatnya, inovasi dan perlindungan investor sama-sama berada dalam ketidakjelasan. Narasi ini menggeser fokus dari "bagaimana menghentikan pelaku nakal" menjadi "bagaimana membangun pasar onchain yang transparan dan diawasi". Di saat SEC selama ini kerap dipandang sebagai regulator yang paling keras terhadap kripto, pilihan kata Atkins memberi sinyal perubahan operasional: lembaga tersebut ingin terlihat sebagai perancang aturan setingkat infrastruktur, bukan sekadar penegak kategori lama. Konteksnya juga makin praktis. Tokenisasi real-world asset tidak lagi sekadar wacana: total aset dunia nyata yang berada onchain baru-baru ini melampaui US$20 miliar. Sejumlah institusi besar, termasuk JPMorgan dan Ondo Finance, bahkan telah mulai menyelesaikan transaksi Treasury yang ditokenisasi langsung onchain. Aktivitas itu memperkuat urgensi bagi SEC dan CFTC untuk menetapkan perlakuan regulasi yang jelas sebelum skala pasar membesar tanpa pengawasan yang koheren. MoU SEC&CFTC: upaya merapikan tumpang tindih yurisdiksi MoU yang dijelaskan Atkins dimaksudkan untuk menggantikan pola ketidakpastian yurisdiksi yang selama ini memicu sengketa hukum berkepanjangan antara regulator dan perusahaan kripto. Dengan menyelaraskan definisi, kedua lembaga menargetkan berkurangnya spekulasi mengenai apakah sebuah token tergolong sekuritas, komoditas, atau kategori lain. Pengawasan terkoordinasi diharapkan memberi pelaku usaha dan protokol pemahaman yang lebih jelas atas kewajiban kepatuhan, sekaligus menurunkan risiko tindakan penegakan yang saling bertentangan. Langkah ini dipandang bukan sekadar formalitas birokrasi. Selama bertahun-tahun, SEC dan CFTC berjalan di jalur masing-masing dan sesekali beririsan soal wilayah kerja. Kesepakatan resmi yang menyasar penyelarasan definisi pada level operasional mengindikasikan bahwa rivalitas antar-lembaga tidak lagi dianggap produktif. Jika pasar modal AS ingin bergerak onchain, "pipa" pengawasannya perlu disatukan. Perkembangan ini juga sejalan dengan cerita besar infrastruktur: aktivitas pengembang di blockchain utama seperti Ethereum, Solana, dan BNB Chain terus meluas, sebagaimana tercermin dalam berbagai pemeringkatan aktivitas pengembang terbaru. Bagi regulator, momentum tersebut menjadi alasan tambahan untuk membangun kerangka yang bisa mengakomodasi inovasi permissionless sambil menjaga integritas pasar. SEC tidak mengarah pada ekosistem onchain yang sepenuhnya tanpa aturan, tetapi juga tidak ingin mengulang pendekatan enforcement-first seperti era kepemimpinan sebelumnya. Tahap berikutnya Meski nada pidato Atkins ambisius, ruang skeptisisme tetap besar. Menandatangani MoU berbeda dengan menerjemahkannya menjadi aturan tertulis yang kuat menghadapi gugatan pengadilan dan perubahan politik. Belum ada jadwal kapan definisi selaras itu akan difinalisasi, serta bagaimana interaksinya dengan regulasi tingkat negara bagian maupun standar internasional. Pertanyaan lain adalah kapasitas operasional SEC dan CFTC untuk mengawasi pasar onchain secara real time. Sistem pengawasan tradisional bergantung pada perantara terpusat, sementara decentralized exchange dan automated market maker menghadirkan tantangan pemantauan yang belum sepenuhnya terpecahkan. MoU bisa membuka jalan, tetapi belum menjadi solusi eksekusi. Arah kebijakan tetap jelas: dua regulator federal terbesar untuk sekuritas dan komoditas mulai berkoordinasi secara terbuka untuk membawa aktivitas pasar tradisional ke infrastruktur blockchain. Fokus perdebatan bergeser dari "apakah" menjadi "bagaimana", sekaligus menempatkan AS dalam posisi bersaing dengan yurisdiksi yang lebih cepat menulis aturan ramah onchain. Keberhasilan akhirnya akan ditentukan oleh detail rulemaking pada kuartal-kuartal berikutnya.