Insiden Perdagangan Emas London di SBCFX: 2.000–3.000 Investor Terancam Rugi Besar
Ringkasan Pasar AI
Laporan tentang peristiwa likuidasi abnormal dalam perdagangan London Gold (XAUUSD) berleverage di SBCFX, diikuti oleh kantor Hong Kong yang ditinggalkan dan potensi kerugian bagi 2.000–3.000 investor, meningkatkan kekhawatiran terkait risiko rekanan, integritas platform, dan risiko operasional. Dugaan leverage 500x dan setoran berbasis USDT menambah risiko kepatuhan dan keterlacakan. Dalam jangka dekat, hal ini dapat menekan partisipasi ritel dan memperketat selera risiko di sekitar venue derivatif yang terkait emas.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCCOGOLD2USD/USDT+2.06%
Wawasan AI · NCCOGOLD2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
ChainCatcher melaporkan adanya peristiwa likuidasi tidak wajar pada perdagangan Emas London (XAUUSD) di platform SBCFX. Usai kejadian, kantor SBCFX di Hong Kong dilaporkan ditemukan dalam kondisi ditinggalkan. Sejumlah investor mengaku mengalami kerugian sangat besar.
Sejumlah investor menyebutkan, pada malam 19 Agustus transaksi otomatis untuk derivatif Emas London (XAUUSD) di SBCFX mengalami anomali ekstrem: dalam rentang 1–3 detik sistem membentuk posisi short berlawanan dalam jumlah besar, lalu harga emas global melonjak cepat dan memicu likuidasi massal. Sebagian akun disebut habis menjadi saldo nol, sementara sebagian lain bahkan mencatat saldo negatif.
Likuidasi Emas London merujuk pada risiko ketika posisi bergerak berlawanan dengan arah harga emas dan, karena penggunaan leverage, kerugian melampaui margin yang tersedia sehingga platform menutup posisi secara paksa dan menyebabkan modal pokok lenyap.
Investor terdampak memperkirakan sekitar 2.000–3.000 orang terkena dampaknya, termasuk banyak investor dari Tiongkok daratan. Sejumlah investor dilaporkan telah membuat laporan polisi kepada otoritas Hong Kong dan menuntut SBCFX memenuhi komitmen sebelumnya untuk membatasi kerugian maksimal 30%, sehingga 70% pokok dana dikembalikan.
Sebagian investor juga menyatakan SBCFX menawarkan leverage hingga 500x, serta menerima setoran dana melalui stablecoin USDT, yang membuat penelusuran aliran dana menjadi lebih rumit. Berdasarkan catatan publik, SBCFX mengklaim menyediakan layanan transaksi forex, komoditas, indeks, dan kripto, serta memposisikan diri sebagai platform perdagangan internasional yang berlisensi dan patuh regulasi.