Ripple Gandeng Jeonbuk Bank untuk Percepat Pembayaran Lintas Negara di Korea Selatan
Ringkasan Pasar AI
Kemitraan Ripple dengan Jeonbuk Bank di Korea Selatan untuk mengintegrasikan Ripple Payments bagi transfer korporasi lintas batas menandakan adopsi institusional yang bertahap di pasar pembayaran utama. Poin yang ditawarkan adalah penyelesaian yang lebih cepat, 24/7, serta alur kerja remitansi yang lebih sederhana, dengan dukungan KRW disorot. Namun, masih ada ketidakpastian apakah XRP, RLUSD, atau jalur fiat-ke-fiat yang akan digunakan, serta belum adanya rincian mengenai waktu peluncuran, biaya, dan koridor.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
XRP/USDT-0.10%
Wawasan AI · XRP/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
CoinDesk melaporkan, Ripple mengumumkan kerja sama dengan Jeonbuk Bank, bank regional di Korea Selatan, untuk mengintegrasikan Ripple Payments dalam layanan transfer dana internasional. Dengan langkah ini, Jeonbuk Bank menjadi bank regional pertama di Korea Selatan yang mengadopsi platform tersebut.
Kedua pihak menyatakan layanan baru ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi remitansi lintas negara, terutama dengan memangkas waktu tunggu dan menyederhanakan proses transfer tradisional yang selama ini cenderung kompleks.
Menurut keterangan Ripple, kolaborasi ini difokuskan untuk mengoptimalkan sistem pembayaran internasional Jeonbuk Bank. Jika transfer lintas negara konvensional umumnya memerlukan beberapa hari, integrasi Ripple Payments diklaim dapat mempercepat penyelesaian menjadi hitungan detik hingga menit, tersedia 24/7 termasuk akhir pekan dan hari libur.
Layanan ini menargetkan nasabah korporasi, dengan fokus pada tiga segmen utama: pelaku usaha ekspor-impor, startup TI, serta perusahaan terkait konten digital.
Fiona Murray, Managing Director Ripple untuk Asia-Pacific, menyebut adopsi infrastruktur terkait di sektor keuangan institusional Korea Selatan terus meningkat. Jeonbuk Bank menilai kemitraan ini akan memperkuat kapabilitas layanan keuangan digitalnya.
Penggunaan XRP belum diumumkan. Meski kerja sama telah dikonfirmasi, kedua pihak belum membeberkan skema pendanaan yang lebih spesifik maupun metode penyelesaian yang akan digunakan. Pengumuman tersebut juga tidak menjelaskan apakah akan memakai XRP, stablecoin RLUSD milik Ripple, atau transfer fiat-ke-fiat langsung.
Sejumlah rincian penting juga belum tersedia untuk publik, termasuk jadwal peluncuran resmi layanan, struktur biaya, serta daftar negara dan wilayah yang tercakup pada tahap awal. Artinya, arah kolaborasi sudah ditetapkan, sementara bentuk produk dan pengaturan komersialnya akan diumumkan kemudian.
Ripple melanjutkan ekspansi kemitraan institusional di Korea Selatan. Kerja sama dengan Jeonbuk Bank menjadi tonggak terbaru dari upaya Ripple memperluas kolaborasi institusi di Korea Selatan tahun ini. Ripple menyebut telah membangun tiga kemitraan institusional utama di Korea Selatan sepanjang tahun ini: pada 15 April, KB Life bekerja sama dengan Ripple untuk mengeksplorasi penyelesaian obligasi pemerintah berbasis blockchain; pada 27 April, bank internet Kbank berkolaborasi dengan Ripple untuk menghadirkan Wallet as a Service kelas institusi yang ditenagai Ripple Custody.
Kemitraan terbaru ini memperluas adopsi Ripple Payments dalam lanskap pembayaran lintas negara perbankan di Korea Selatan. Infrastruktur pembayaran Ripple saat ini mendukung penyelesaian dalam won Korea. Dokumentasi publiknya menyebutkan, dalam skenario bisnis tertentu, transfer B2B dalam won Korea per transaksi dapat mencapai hingga US$2 juta.