Departemen Keuangan AS beri sinyal siap intervensi di pasar yen pada Jumat
Ringkasan Pasar AI
Reuters melaporkan Departemen Keuangan AS, melalui New York Fed, memberi tahu bank-bank bahwa pihaknya mungkin akan melakukan intervensi di pasar yen, menyusul pembelian yen skala besar oleh Jepang dan pemeriksaan suku bunga AS yang ditafsirkan para pedagang sebagai landasan untuk tindakan terkoordinasi. Keterlibatan eksplisit AS dalam intervensi valas jarang terjadi, meningkatkan risiko peristiwa dan berpotensi meningkatkan volatilitas jangka pendek pada USD/JPY dan valas G10 yang lebih luas seiring pasar menilai kembali ketegasan kebijakan dan sinyal koordinasi.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCFXUSD2JPY/USDT-0.10%
Wawasan AI · NCFXUSD2JPY/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Departemen Keuangan AS (US Treasury) memberi tahu sejumlah bank melalui Federal Reserve Bank of New York bahwa pihaknya berpotensi masuk ke pasar yen pada Jumat dan meminta bank bersiaga untuk kemungkinan langkah lanjutan. Informasi tersebut dilaporkan Reuters dengan mengutip sumber yang mengetahui pembahasan.
Peringatan itu muncul setelah aksi pembelian yen besar-besaran oleh Tokyo pada Kamis. Data Bank of Japan (BOJ) mengindikasikan nilai intervensi mendekati US$59 miliar. Selain itu, otoritas AS juga melakukan pengecekan suku bunga, yang oleh pelaku pasar dibaca sebagai sinyal persiapan aksi terkoordinasi.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pekan ini menyebut yen berada pada level yang "secara substansial undervalued". Keterlibatan langsung AS dalam intervensi valuta asing tergolong sangat jarang; terakhir terjadi pada 2011 dalam aksi terkoordinasi negara-negara G7.