AS dan Jepang Dilaporkan Intervensi Pasar Yen untuk Pertama Kalinya dalam Hampir 30 Tahun
Ringkasan Pasar AI
Laporan menunjukkan bahwa Departemen Keuangan AS, melalui New York Fed, berkoordinasi dengan Jepang untuk secara langsung mendukung yen dengan menjual euro untuk membeli JPY, operasi gabungan pertama seperti itu dalam hampir 30 tahun. Bahkan tanpa konfirmasi resmi, kebocoran informasi dan pengarahan awal kepada bank-bank meningkatkan probabilitas keterlibatan kebijakan yang berkelanjutan. Hal ini dapat meningkatkan risiko peristiwa USDJPY, memperlebar premi likuiditas FX, dan merembet ke aset berisiko yang lebih luas melalui saluran suku bunga dan volatilitas.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCFXUSD2JPY/USDT-1.94%
Wawasan AI · NCFXUSD2JPY/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Huo Xing Finance melaporkan, pada 1 Agustus, sebuah foto dari rapat kabinet pemerintahan Trump di Camp David pada Jumat waktu setempat memperlihatkan catatan milik Menteri Keuangan AS Bentsen. Di dalamnya terlihat daftar tugas dengan tulisan: \u0022Buy JPY $5–10 billion.\u0022 Foto diambil pada bagian rapat yang dibuka untuk media pukul 11.33 waktu Pantai Timur AS (23.33 waktu Beijing), dengan name tag Bentsen tampak jelas tepat di atas buku catatan tersebut.
Juru bicara Departemen Keuangan AS tidak merespons permintaan komentar terkait isi catatan maupun apakah intervensi benar terjadi pada Jumat itu.
Financial Times melaporkan Departemen Keuangan AS melakukan intervensi terhadap nilai tukar yen pada Jumat waktu setempat. Langkah ini disebut sebagai operasi pembelian langsung terkoordinasi untuk menopang yen antara AS dan Jepang yang pertama dalam hampir 30 tahun.
Tiga sumber yang mengetahui hal tersebut menyebut Federal Reserve Bank of New York, bertindak atas nama Treasury, menjalankan operasi yang tidak lazim: menjual euro untuk membeli yen. Dua dari sumber itu menyatakan transaksi dilakukan melalui Goldman Sachs dan Morgan Stanley.
Sebelum aksi tersebut, Departemen Keuangan AS disebut telah memberi tahu sejumlah bank di Wall Street bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan intervensi di pasar yen. Terakhir kali Treasury AS melakukan intervensi terkait yen adalah pada 2011, tetapi saat itu dilakukan dengan menjual yen.