Thune Masih Menargetkan Pengajuan Cloture RUU CLARITY Sebelum Reses, Menurut Laporan
Ringkasan Pasar AI
Sinyal dari pimpinan Partai Republik di Senat mengenai niat untuk memajukan cloture atas CLARITY Act sebelum reses Agustus membuat reformasi struktur pasar kripto AS tetap berada dalam agenda legislatif, yang berpotensi menyiapkan pemungutan suara di lantai pada September. Namun, laporan mengenai kurangnya suara, penolakan yang didorong bank terhadap ketentuan yield, syarat etika bipartisan yang belum terselesaikan, serta belum adanya posisi dari Gedung Putih mengurangi kepastian kebijakan dalam jangka dekat. Berita utama ini mendukung pengurangan risiko secara bertahap atas ambiguitas regulasi, tetapi dengan risiko eksekusi yang signifikan.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+1.10%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Kantor Pemimpin Mayoritas Senat AS John Thune disebut memberi tahu para pemimpin industri kripto bahwa ia tetap berencana mengajukan cloture atas mosi untuk melanjutkan pembahasan RUU CLARITY sebelum para legislator memasuki reses Agustus. Informasi ini disampaikan jurnalis Eleanor Terrett ( @EleanorTerrett ), mengutip sejumlah sumber.
Langkah prosedural tersebut akan membuka jalan menuju pemungutan suara di lantai Senat pada September dan menandakan pimpinan Partai Republik ingin RUU struktur pasar itu menjadi prioritas saat Senat kembali bersidang.
Meski begitu, dukungan suara dikabarkan belum mencukupi. Isu "yield" kembali menjadi titik sengketa utama, dengan perbankan dilaporkan mulai memengaruhi sejumlah anggota Partai Republik agar redaksi ketentuan diubah. Di saat yang sama, kesepakatan etika lintas partai juga masih harus dirampungkan. Terrett menambahkan, Gedung Putih belum menyampaikan sikapnya.