67 Juta Warga AS Kini Memiliki Kripto; Pekerja Konstruksi Salip Keuangan dalam Kepemilikan

Ringkasan Pasar AI
Data survei yang menunjukkan ~67 juta orang dewasa AS memegang kripto (sekitar 1 dari 4) menandakan adopsi yang meluas melampaui teknologi hingga ke konstruksi/manufaktur, dengan partisipasi yang meningkat dari perempuan dan kohort yang lebih tua. Peningkatan penggunaan sehari-hari untuk transfer dan pembayaran menunjukkan permintaan utilitas yang makin mendalam. Basis pemegang yang lebih besar dan lebih beragam secara demografis dapat meningkatkan signifikansi politik kripto, yang berpotensi membentuk fokus regulasi dan narasi pasar dalam jangka pendek.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+7.85%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Stereotip pemilik kripto sebagai insinyur perangkat lunak berusia 28 tahun yang begadang memantau CoinGecko kian sulit dipertahankan. Laporan terbaru dari National Cryptocurrency Association (NCA) menunjukkan sekitar 67 juta orang dewasa di Amerika Serikat kini memegang aset kripto, dengan pertumbuhan kepemilikan tercepat justru datang dari kelompok yang jauh dari gambaran Silicon Valley. Dalam "2026 State of Crypto Holders Report", NCA mencatat pekerja konstruksi dan manufaktur kini menyumbang 21% dari total pemilik kripto. Pekerja teknologi berada di 18%, sementara profesional keuangan sekitar 8%. NCA mensurvei 10.000 pemilik kripto pada 12 Februari hingga 3 Maret 2026. Sekitar satu dari empat orang dewasa AS kini memiliki kripto, naik dari kurang lebih 55 juta pada tahun sebelumnya. Artinya, jumlah pemilik bertambah 12 juta hanya dalam setahun. Di antara mereka yang впервые membeli kripto pada 2025 atau 2026, 42% adalah perempuan. Angka ini meningkat dari porsi 34% pada kelompok adopter lebih awal. Hampir 28% pemilik baru berusia di atas 55 tahun, segmen yang selama bertahun-tahun diupayakan industri kripto untuk dijangkau, namun sebagian besar belum berhasil. Soal penggunaan, 41% responden mengatakan memakai kripto untuk mengirim uang kepada keluarga dan teman. Sebanyak 40% lainnya menggunakannya untuk belanja serta pembayaran. Lebih dari separuh pemilik kripto memiliki pendapatan rumah tangga di bawah US$150.000, dengan hampir seperempat berpendapatan di bawah US$75.000. Porsi 21% dari konstruksi dan manufaktur juga mencerminkan besarnya ukuran tenaga kerja. Jumlah orang yang bekerja menuang beton dan mengoperasikan lini perakitan jauh lebih banyak dibanding penulis Python atau pengelola hedge fund. Dari sisi regulasi, pergeseran ini patut dicermati. Saat basis pemilik kripto terkonsentrasi pada pekerja teknologi berpendapatan tinggi, regulator dapat memperlakukan sektor ini sebagai isu yang nishe. Dengan 67 juta pengguna yang tersebar di berbagai industri utama, pendekatan tersebut semakin sulit dipertahankan.