Wall Street Waspadai "Pendinginan Palsu" pada CPI Malam Ini; Pasar Obligasi Meningkatkan Taruhan Kenaikan Suku Bunga Juli
Ringkasan Pasar AI
Menjelang CPI AS malam ini, Wall Street memperingatkan bahwa disinflasi headline mungkin didorong oleh energi, bukan pelonggaran yang nyata pada tekanan dasar, dengan perumahan dan jasa menjaga inflasi inti tetap kaku. Pasar suku bunga telah melakukan repricing menuju probabilitas yang lebih tinggi untuk kenaikan suku bunga The Fed pada Juli, sementara imbal hasil 2-tahun tetap tinggi. Ini memperkuat narasi "lebih tinggi lebih lama", menopang USD dan memperketat kondisi keuangan di seluruh aset berisiko.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSIDXY2USD/USDT+0.27%
Wawasan AI · NCSIDXY2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
BlockBeats melaporkan, pada 14 Juli AS akan merilis data CPI Juni pukul 20:30 waktu Beijing. Pelaku pasar umumnya memperkirakan CPI utama Juni turun 0,1% hingga 0,2% secara bulanan, didorong pelemahan harga bensin. Secara tahunan, CPI diproyeksikan melambat dari 4,2% pada Mei menjadi 3,8%. Untuk CPI inti, konsensus mengarah pada kenaikan sekitar 0,2% secara bulanan dan penurunan laju tahunan ke kisaran 2,8%.
Sejumlah institusi di Wall Street menilai perlambatan ini terutama dipicu faktor energi, sehingga belum mencerminkan meredanya tekanan inflasi di AS. Komponen seperti perumahan, asuransi kendaraan, jasa perjalanan, serta transmisi harga barang yang dipengaruhi tarif dinilai masih berpotensi menjaga inflasi inti tetap lengket.
Di pasar obligasi, taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed kembali menguat. Opsi suku bunga menunjukkan probabilitas tersirat untuk kenaikan 25 basis poin pada Juli naik dari di bawah 10% menjadi sekitar 50%, sementara imbal hasil US Treasury tenor dua tahun bertahan di atas 4,25%. Sebelumnya, Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan bahwa bila inflasi inti kembali naik, kenaikan suku bunga jangka pendek patut dipertimbangkan.
Pelaku pasar menilai, meski CPI utama bisa turun berkat koreksi harga energi, kinerja CPI inti beserta struktur komponennya tetap menjadi penentu apakah inflasi AS benar-benar sudah mencapai puncak, sekaligus menjadi acuan arah kebijakan The Fed berikutnya.