Loopring Hentikan Layanan DEX dan AMM di Tengah Anjloknya TVL dan Ketatnya Persaingan

Ringkasan Pasar AI
Loopring telah menghentikan layanan DEX dan AMM-nya, menutup relayer-nya di tengah runtuhnya TVL (~penurunan 99% dari puncak tahun 2021) dan tersingkir secara kompetitif oleh L2 berbasis zkEVM. Penghentian layanan perdagangan dan rencana pengembalian aset secara batch menandakan penutupan operasional, menegaskan keterbatasan adopsi dan kesesuaian produk-pasar untuk zk rollup non-EVM. Berita ini secara langsung berdampak negatif bagi LRC dan dapat membebani sentimen terhadap token L2 yang lebih kecil.
Level dampak
● Sedang
Wawasan AIWawasan AI
▼ Bearish
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut laporan CoinDesk, Loopring menghentikan layanan bursa terdesentralisasi (DEX) dan automated market maker (AMM). Tim menyatakan seluruh layanan perdagangan telah dihentikan dan relayer protokol telah dimatikan, sebagaimana disampaikan melalui Platform X. Loopring menilai kelangsungan operasional makin sulit karena pertumbuhan pengguna jangka panjang yang terbatas, ekspansi bisnis yang tidak memadai, serta persaingan yang kian ketat dari jaringan scaling Ethereum generasi baru. Proyek ini awalnya dikenal lewat teknologi zero-knowledge Rollup, tetapi tim mengakui arsitektur saat ini tidak memiliki kapabilitas virtual machine. Keterbatasan tersebut mengurangi komposabilitas dan membatasi penerapan praktis, termasuk pembayaran. Loopring menyebut penutupan ini dipicu tiga faktor: adopsi pengguna yang tidak mencukupi, kemampuan pengembangan bisnis yang terbatas, serta tekanan kompetitif dari jaringan zkEVM. Tim menambahkan bahwa meski telah mengalokasikan sumber daya besar untuk riset dan pengembangan teknologi, fondasi bisnis yang cukup kuat tidak berhasil dibangun. Aset pengguna akan dikembalikan secara bertahap. Loopring akan menghitung saldo akhir setiap pengguna, lalu mengirimkan sisa aset langsung ke dompet Ethereum masing-masing dalam beberapa batch, dengan biaya gas ditanggung tim. Pengumuman itu juga menyebut LRC telah di-delisting dari bursa pada 2026, yang mempercepat proses keluar platform. Tim menyatakan, ketimbang mempertahankan layanan "cangkang", penghentian total dinilai lebih tepat. TVL Loopring turun hampir 99% dari puncaknya. Berdasarkan data L2Beat, total value locked Loopring sempat mencapai sekitar US$760 juta pada puncak bull market November 2021, lalu merosot menjadi sekitar US$8 juta. Harga LRC juga turun dari rekor sekitar US$3,75 menjadi kurang lebih US$0,01. Loopring sempat bermitra dengan GameStop pada 2021 untuk menyediakan dukungan infrastruktur bagi marketplace NFT-nya, yang diluncurkan pada tahun berikutnya. Seiring pesatnya perkembangan jaringan zkEVM yang kompatibel dengan Ethereum, desain Loopring yang lebih spesifik dinilai makin kehilangan daya saing. Sebagai konteks, RootData mencatat lebih dari 60 proyek atau protokol kripto telah menghentikan operasi hingga 2026. Sebelumnya, Pyra, Carrot, dan Botanix Labs juga mengumumkan penghentian operasi atau perampingan bisnis.