Klaim yang meningkat mengenai kegagalan keamanan serius di sekitar sidechain Liquid milik Blockstream serta tuntutan bounty yang menyerupai pemerasan yang masih berlangsung membuat jaringan tetap dijeda dan mengganggu aktivitas pegin. Meskipun sebagian besar dari sekitar 4.000 BTC yang dikeluarkan dari dompet Federation telah dikembalikan, dana sisa masih berada pada para penyerang dan ancaman untuk memublikasikan materi sensitif meningkatkan risiko operasional dan reputasi. Insiden ini menegaskan kembali kekhawatiran atas risiko counterparty dan risiko bridge untuk penggunaan sidechain yang terhubung dengan BTC.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-1.62%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Ketegangan antara Blockstream dan pihak yang mengaku sebagai peretas white hat kian memanas, menurut pembaruan terbaru Samson Mow. Kelompok tersebut menuding Blockstream melakukan kegagalan keamanan serius, seraya mengklaim perusahaan hanya menyiapkan US$1,5 juta—atau bahkan tidak sama sekali—untuk melindungi aset senilai US$5 miliar.
Dalam pesan terbarunya, para peretas menyebut situasi ini sebagai "kelalaian keamanan yang mencolok" dan menuntut Blockstream membayar bug bounty sebesar 10% dari dana perusahaan. Mereka juga memperingatkan, jika tuntutan tidak dipenuhi, pengguna Liquid berisiko menanggung kerugian hingga 15%. Pesan itu turut melontarkan tuduhan bahwa Blockstream "delusional, serakah, dan arogan" dalam menangani isu keamanan, serta menyatakan rencana untuk mempublikasikan private key yang dibutuhkan guna mendekripsi percakapan mereka setelahnya.
Sementara itu, jaringan sidechain Liquid masih berada dalam status jeda. Blockstream bersama para anggota Federation disebut tengah mengerjakan perbaikan keamanan tambahan, menangani chain split, dan menyiapkan restart terkoordinasi. Pengguna juga diimbau tidak mengirim Bitcoin ke alamat pegin Liquid sampai jaringan kembali aktif.
Polemik ini muncul setelah sekitar 4.000 BTC—bernilai kira-kira US$320 juta saat itu—ditarik dari dompet Federation Liquid pada 6 September. Pihak penarik dana awalnya mengaku sebagai white hat dan menyatakan dana akan dikembalikan setelah Blockstream memperbaiki celah keamanan serta menambal semua node yang terdampak. Setelah Blockstream mengonfirmasi node bridge telah dipatch, 3.400 BTC dikembalikan ke dompet Federation, sementara sekitar 598 BTC masih berada pada pihak peretas.
Dalam cuitan terpisah, Mow memperingatkan para peretas bahwa mereka kemungkinan meremehkan konsekuensi dari tindakan tersebut. Ia menilai keputusan Blockstream berkomunikasi melalui PGP sudah merupakan "bentuk kesopanan", dan mempertanyakan apakah mengakui secara terbuka telah mengambil BTC lalu menuntut bounty benar-benar langkah yang "bijak". Mantan Chief Strategy Officer Blockstream itu juga menyebut kelompok tersebut bisa saja meninggalkan lebih banyak jejak daripada yang mereka sadari, serta mengingatkan bahwa mengembalikan dana tidak otomatis membuat mereka dapat lepas dari insiden ini.
"Sebagai white hat, jalannya hanya makin lebar; sebagai black hat, Anda selamanya waswas. Bermimpi bisa pergi tanpa tersentuh setelah membawa aset hanyalah delusi. Ada pintu yang sekali terbuka, tak akan bisa ditutup kembali," tulis Mow.
Artikel "Liquid Hackers Call Blockstream 'Delusional, Greedy, and Arrogant,' Demand 10% Bounty" pertama kali dimuat di CryptoPotato.