Jaringan Liquid Blockstream Diretas, Sekitar 4.000 BTC Raib; Whitehat Kembalikan Sebagian

Ringkasan Pasar AI
Bug perangkat lunak Elements yang kritis memungkinkan penerbitan LBTC tidak valid yang kemudian dikonversi menjadi penarikan BTC nyata dari dompet federasi Liquid, yang sempat menguras ~4.000 BTC sebelum adanya pengembalian whitehat parsial. Meski sebagian besar dana telah dipulihkan, ~598 BTC masih hilang dan jaringan dijeda, sehingga aktivitas LBTC ditangguhkan. Insiden ini merusak kepercayaan pada sidechain Bitcoin berfederasi dan memicu pengawasan keamanan serta tata kelola yang lebih luas terhadap infrastruktur yang berdekatan dengan Bitcoin.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-0.80%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Jaringan Liquid milik Blockstream—salah satu sidechain Bitcoin tertua dan paling dikenal—kehilangan sekitar 4.000 BTC senilai kurang lebih US$320 juta setelah peretas mengeksploitasi bug pada perangkat lunak dasarnya pada 6 September. Cadangan federasi anjlok dari lebih 4.200 BTC menjadi sekitar 197 BTC dalam satu kejadian, menjadikannya salah satu pelanggaran keamanan terbesar tahun ini yang melibatkan jaringan "dekat" ekosistem Bitcoin. Blockstream menyebut pelaku sebagai peretas whitehat. Setelah Blockstream mengonfirmasi celah sudah ditambal, sekitar 3.400 BTC dikembalikan. Pelaku mempertahankan sekitar 598 BTC (sekitar US$47 juta) yang diklaim sebagai "bounty". Cara eksploit terjadi Kerentanan berada pada Elements, basis kode opensource yang menjadi tulang punggung Liquid Network. Bug pada cache verifikasi rangeproof memungkinkan pelaku mencetak token Liquid Bitcoin (LBTC) tidak valid tetapi tetap diterima sistem sebagai sah. Token palsu itu kemudian diproses melalui Pegout Authorization Key (PAK) milik SideSwap, yang mengubahnya menjadi penarikan BTC riil dari dompet federasi. Blockstream menegaskan tidak ada kunci federasi yang berhasil dikompromikan. Liquid berjalan dengan model multisig federasi 11-dari-15: transaksi harus disetujui 11 dari 15 entitas. Mekanisme multisig-nya tidak jebol; masalahnya ada di hulu, yakni pada perangkat lunak yang memvalidasi aset sebelum masuk ke alur penandatanganan multisig. Aset lain di Liquid, termasuk USDT dan aset dunia nyata yang ditokenisasi, tidak terdampak. Bug ini spesifik pada validasi token LBTC. Dampak dan penghentian sementara Meski sebagian dana telah kembali, Liquid Network masih berstatus jeda. Seluruh aktivitas yang melibatkan LBTC ditangguhkan di berbagai bursa, dan belum ada jadwal publik kapan operasional normal dipulihkan. Bagi jaringan yang diluncurkan pada 2018 dengan janji transaksi Bitcoin yang lebih cepat dan lebih privat untuk pelaku institusional, insiden ini memukul kredibilitas. Sebelum serangan, dompet federasi menyimpan lebih dari 4.200 BTC. Setelah pengembalian oleh whitehat, saldo berada di kisaran 3.600 BTC—masih kurang 598 BTC yang ditahan pelaku. Peristiwa ini juga memunculkan kembali pertanyaan tentang arsitektur sidechain berbasis federasi. Model Liquid menempatkan kepercayaan pada kelompok entitas yang relatif kecil untuk mengamankan jembatan antara main chain Bitcoin dan sidechain. Ketika perangkat lunak yang digunakan entitas tepercaya tersebut memiliki bug kritis, proposisi nilai model ini ikut terpukul. Implikasi lebih luas bagi infrastruktur Bitcoin Meski Elements bersifat opensource dan dapat diaudit, kejadian ini menunjukkan perlunya peninjauan yang lebih ketat pada logika verifikasi. Bug cache dalam validasi rangeproof adalah jenis celah teknis yang halus tetapi bisa berdampak katastrofik ketika ditemukan. Basis kode Elements juga digunakan di luar Liquid. Proyek mana pun yang dibangun di atasnya perlu memastikan kerentanan serupa tidak ada pada implementasi mereka. Label "whitehat" memang tercermin dari pengembalian dana, tetapi presedennya rumit. Menahan US$47 juta dalam Bitcoin sebagai bounty yang tidak diminta berada di wilayah abu-abu secara hukum. Cara regulator atau penegak hukum menilai—apakah sebagai pengungkapan yang bertanggung jawab atau pencurian dengan restitusi sebagian—dapat memengaruhi penanganan insiden serupa ke depan.