Iran Longgarkan Kontrol Valuta Asing, Izinkan Bitcoin dan USDT untuk Penyelesaian Perdagangan

Ringkasan Pasar AI
Pelaporan pelonggaran kontrol valas (FX) oleh Iran untuk memungkinkan penyelesaian perdagangan lintas batas melalui aset digital (termasuk BTC dan USDT) memperluas kegunaan pembayaran ekonomi riil di bawah sanksi dan dapat meningkatkan arus transaksi regional melalui jalur kripto. Namun, kebijakan tersebut juga meningkatkan kekhawatiran penegakan dan risiko pihak lawan, yang disorot oleh sanksi AS sebelumnya terhadap Nobitex dan peringatan bahwa aset digital dapat menghadapi tekanan AS yang lebih luas terkait Iran.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+1.08%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut laporan CoinDesk, Iran mulai melonggarkan kontrol valuta asing dan membuka jalan bagi pelaku usaha untuk menyelesaikan transaksi perdagangan lintas negara menggunakan aset digital seperti Bitcoin dan USDT. Kebijakan ini muncul di tengah pengetatan berkelanjutan sanksi Amerika Serikat yang membatasi jalur pembayaran internasional konvensional dan makin menyulitkan perusahaan memproses pembayaran melalui perbankan. Laporan tersebut menyebut bank sentral Iran melonggarkan sebagian pembatasan valas. Eksportir kini dapat memulangkan pendapatan dari luar negeri melalui bursa kripto lokal. Perusahaan juga bisa memakai langsung hasil ekspor untuk membayar impor bahan baku dan barang, tanpa harus lebih dulu melewati sistem devisa yang dikendalikan pemerintah. Perubahan ini memberi fleksibilitas lebih besar bagi importir dan eksportir dalam mengelola arus dana. Bagi pedagang yang kesulitan memanfaatkan bank koresponden dan jaringan perbankan internasional, aset kripto dipandang sebagai kanal alternatif untuk settlement. Di tengah pelemahan mata uang domestik, stablecoin berpatokan dolar seperti USDT dinilai makin menarik. CoinDesk mencatat rial Iran di pasar terbuka telah melemah hingga menembus 2 juta rial per dolar AS, sementara inflasi tetap tinggi. Dibanding menahan mata uang lokal, stablecoin seperti USDT dianggap lebih praktis untuk menjaga nilai dan lebih sesuai untuk pembayaran lintas negara jangka pendek. Selain stablecoin, Bitcoin juga termasuk dalam opsi yang dapat digunakan. Sekitar US$10 miliar aset kripto disebut mengalir melalui Iran pada 2025. Elliptic memperkirakan Iran menyumbang sekitar 4,5% dari penambangan Bitcoin global. Meski demikian, langkah ini berpotensi memicu tekanan regulasi yang lebih besar. Laporan itu menyoroti peringatan Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahwa aset digital dapat menjadi salah satu target berikutnya dari tekanan AS terhadap Iran. Pada Juni tahun ini, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada Nobitex, bursa kripto terbesar di Iran, dengan tuduhan membantu penghindaran sanksi. Seiring makin banyak perusahaan Iran beralih ke settlement kripto, risiko pengawasan eksternal terhadap bursa terkait, bank, dan perantara juga diperkirakan meningkat.