Harga diesel sentuh level tertinggi dalam empat bulan, pasokan makin ketat
Ringkasan Pasar AI
Harga diesel mencapai level tertinggi dalam empat bulan karena gangguan terkait Timur Tengah dan Ukraina memperketat pasokan produk olahan, sehingga menjaga spread crack diesel-Brent tetap tinggi. Pergerakan yang sangat besar pada diesel dibandingkan minyak mentah menandakan kelangkaan di hilir dan meningkatkan sensitivitas inflasi dalam jangka dekat, yang dapat menekan aset berisiko yang lebih luas dan memperumit ekspektasi bank sentral. Perbedaan harga diesel Eropa vs Asia juga menunjukkan ketidakseimbangan pasokan regional serta peningkatan peralihan biaya transportasi dan industri.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT+4.06%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
BlockBeats melaporkan, 1 September, harga diesel kembali menguat dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat bulan seiring pasokan yang kian ketat. Serangan baru terhadap kilang akibat konflik di Timur Tengah dan Ukraina memicu kekhawatiran inflasi serta menambah tekanan ke pasar komoditas.
Di ICE, kontrak berjangka diesel sempat naik hingga 4,2% ke level tertinggi sejak 9 April. Selisih crack spread—beda harga diesel terhadap Brent—tetap tinggi setelah mencetak rekor bulan lalu. Di Eropa, harga diesel juga terus menanjak, memperlebar jarak dengan harga diesel Asia.
Sejak titik terendah pada 18 Juni, harga diesel telah melonjak lebih dari 50%, melampaui kenaikan harga minyak mentah pada periode yang sama. (Jin10)