Harmony Diduga Alami Kerentanan Onchain, 4 Miliar Token ONE Dicetak Ilegal; Harga Sempat Anjlok Lebih 30%

Ringkasan Pasar AI
Harmony menghadapi dugaan pencetakan ONE tanpa otorisasi sekitar ~4B (~26% dari pasokan), yang dengan cepat memperluas pasokan beredar dan memicu tekanan jual akut saat sejumlah besar dana bergerak menuju bursa. Tim sedang berkoordinasi dengan bursa untuk membekukan dana terkait dan sedang mengevaluasi patch serta kemungkinan rollback, tetapi kerentanan dan cakupan akhirnya masih belum terkonfirmasi. Ketidakpastian yang berlanjut terkait sisa token yang dicetak dan langkah pemulihan menjaga risiko jangka dekat tetap tinggi bagi likuiditas ONE dan kepercayaan pasar.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
ONE/USDT-39.42%
Wawasan AI · ONE/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
CoinMarketCap melaporkan Harmony diduga mengalami kerentanan onchain yang memicu inflasi token. Analis onchain Juiceberg menyebut sekitar 4 miliar token ONE dicetak tanpa otorisasi, setara kurang lebih 26% dari total suplai. Setelah kabar tersebut beredar, ONE langsung tertekan. Harganya sempat merosot lebih dari 30% dalam waktu singkat. Data onchain mengindikasikan insiden ini kemungkinan terkait anomali pencetakan token yang dikaitkan dengan "empty blocks". Token hasil cetak kemudian dipindahkan keluar dari alamat terkait. Sekitar 28 miliar ONE dilaporkan mengalir ke bursa kripto, sementara kurang lebih 115 juta ONE masih tersisa di sejumlah alamat onchain. Masuknya token baru dalam jumlah besar ke peredaran meningkatkan tekanan jual dengan cepat. Harmony menyatakan tim sedang bekerja sama dengan bursa untuk mencoba mencegat dan membekukan dana yang terkait insiden tersebut. Proyek itu mengaku telah mengidentifikasi empat kelompok alamat dompet dan meminta platform perdagangan memblokir perpindahan aset yang terhubung dengan alamat-alamat tersebut, termasuk alamat di jaringan ONE milik Harmony serta alamat Ethereum yang berkaitan dengan aliran dana. Tim belum mengungkap detail kerentanan yang memungkinkan pencetakan tanpa izin maupun memastikan angka final kerugian. Harmony mengatakan sedang menyiapkan patch dan menilai opsi perbaikan, termasuk kemungkinan melakukan rollback. Jika rollback diterapkan, jaringan dapat membalikkan atau memulihkan transaksi yang terdampak, meski keputusan final belum dikonfirmasi. Dengan distribusi token yang tersisa masih belum jelas, risiko tekanan jual lanjutan berpotensi meningkat apabila token ONE ilegal tambahan kembali masuk ke pasar.