Emas Melonjak ke US$4.620 Dipacu Permintaan Aset Aman dan Pelemahan Dolar

Ringkasan Pasar AI
Emas melanjutkan kenaikan mingguan yang tajam, menembus di atas level teknikal utama seiring melemahnya USD dan kembali munculnya kekhawatiran fiskal/utang AS yang menghidupkan kembali permintaan aset safe-haven dan lindung nilai. Pembahasan mengenai pembelian kembali Treasury dan kebutuhan pembiayaan memperkuat perhatian pada suku bunga dan premi term, sementara data survei manajer dana menunjukkan meningkatnya keyakinan institusional bahwa emas dinilai terlalu rendah. Logam mulia yang lebih luas menguat, dengan kinerja relatif yang menyimpang dari indeks ekuitas yang berada di bawah tekanan.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCOGOLD2USD/USDT+1.93%
Wawasan AI · NCCOGOLD2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Harga emas melesat menembus US$4.600 per ons pada Jumat, menorehkan salah satu kenaikan mingguan terkuat tahun ini. Pelemahan dolar AS dan kembali menguatnya kekhawatiran atas kondisi fiskal Amerika Serikat mendorong investor memburu aset defensif. Emas spot sempat menyentuh US$4.620,14, level tertinggi dalam tiga bulan, dan menguat lebih dari 5% sepanjang pekan, menurut Reuters. Kontrak berjangka emas AS juga naik melewati US$4.670. Kenaikan ini memperpanjang pemulihan yang dimulai awal bulan, setelah laporan ketenagakerjaan AS yang lemah mengangkat harga emas ketika pelaku pasar menilai ulang prospek suku bunga. Pelemahan Dolar Memperkuat Reli Indeks dolar AS turun hampir 1% minggu ini, membuat emas berdenominasi dolar menjadi lebih murah bagi pembeli di luar negeri. Di saat yang sama, sorotan terhadap pembiayaan pemerintah kembali muncul setelah utang AS melampaui US$40 triliun. Keputusan Menteri Keuangan Scott Bessent memperluas program buyback surat utang pemerintah berjangka panjang sempat meredakan tekanan di pasar obligasi, tetapi juga memicu kembali perdebatan mengenai besarnya kebutuhan pendanaan AS. Dari sisi teknikal, penembusan emas di atas rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar US$4.513 menambah momentum dan menarik pembelian baru setelah berbulan-bulan volatilitas. Sentimen Investor Makin Pro Emas Pelaku investasi profesional juga mulai mengurangi sikap hati-hati. Survei terbaru manajer investasi Bank of America menunjukkan 16% responden secara neto menilai emas masih undervalued, naik dari 6% pada Juli dan menjadi angka tertinggi sejak Maret 2023. Pergeseran ini terjadi ketika posisi investor secara umum masih berat di saham, mengindikasikan emas diburu sebagai lindung nilai portofolio, bukan semata-mata akibat pergerakan risk-off yang luas. Kebangkitan emas turut menghidupkan lagi perbandingan dengan Bitcoin. Riset sebelumnya menyoroti bahwa Bitcoin dan emas dapat bergerak sangat berbeda saat pasar tertekan, meski keduanya kerap dipromosikan sebagai penyimpan nilai. Pekan ini, Bitcoin tetap menguat kuat seiring reli emas, sementara indeks saham utama justru kesulitan menguat. Perbedaan arah tersebut kembali mengundang minat pada aset langka ketika investor menimbang risiko fiskal, pelemahan mata uang, dan inflasi. Logam mulia lain ikut menguat pada Jumat. Perak menembus US$69 per ons, sementara platinum dan paladium juga naik. Prospek jangka panjang masih cenderung bullish, meski tidak bulat. Awal tahun ini, JPMorgan memproyeksikan emas berpotensi mencapai US$6.300 pada akhir tahun. Sejumlah bank lain mengingatkan bahwa suku bunga yang lebih tinggi atau meredanya risiko geopolitik dapat memicu koreksi lanjutan. Proyeksi sebelumnya juga menekankan pembelian bank sentral sebagai sumber permintaan struktural yang penting.