Eksploit Coldcard Menjangkau 4.585 Wallet; 1.367,05 BTC Senilai US$88,6 Juta Masih Belum Dibelanjakan

Ringkasan Pasar AI
Para penyelidik memperluas dugaan eksploit terkait Coldcard menjadi 4.585 alamat yang terkuras dan 1.367,05 BTC (~$88,6 juta). BTC yang dicuri tetap 100% belum dibelanjakan dan sebagian besar telah dikonsolidasikan, yang mengindikasikan perencanaan operasional yang disengaja alih-alih likuidasi segera. Meski tekanan jual jangka pendek tampak terbatas, skala kejadian ini menyoroti risiko keamanan dan kustodian yang terus berlangsung bagi pemegang Bitcoin; setiap pergeseran menuju mixer, bridge, atau setoran ke bursa akan meningkatkan kekhawatiran pasar dan intensitas pemantauan.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.20%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Investigasi terkait dugaan eksploit Coldcard terus meluas setelah peneliti menemukan lebih banyak wallet terdampak dan aliran Bitcoin yang dicuri. Temuan terbaru dari Galaxy Research mengaitkan insiden ini dengan 4.585 alamat yang terkuras dalam tiga gelombang, dengan total 1.367,05 BTC atau sekitar US$88,6 juta. Gelombang terakhir saja menguras 207,73 BTC dari 1.912 alamat, melampaui estimasi sebelumnya yang mencatat 2.673 wallet dan 1.158,81 BTC. Yang menjadi sorotan, peneliti menilai BTC hasil pencurian tersebut masih 100% belum dibelanjakan. Pola ini mengindikasikan pelaku lebih fokus pada konsolidasi dana ketimbang likuidasi cepat. Perilaku tersebut memberi sinyal adanya perencanaan operasional, dengan dana disiapkan untuk dipindahkan pada tahap berikutnya. Seiring penyelidikan berjalan, tidak tertutup kemungkinan muncul alamat-alamat terkait tambahan yang memperluas skala dan lini masa dugaan eksploit. Pergerakan pascaeksploit Penelusuran yang lebih luas mulai memberi gambaran yang lebih jelas mengenai strategi pelaku setelah pencurian awal. Data Onchain Lens menunjukkan klaster eksploit menerima 1.159,42 BTC—senilai sekitar US$72,71 juta—dari 870 alamat yang terkompromi, sebelum dana tersebut dikonsolidasikan ke delapan wallet yang telah terverifikasi. Meski demikian, pelaku baru memindahkan 0,06 BTC ke alamat baru, sehingga sekitar 1.159,35 BTC tetap tidak tersentuh. Alih-alih mengarah pada likuidasi segera, pola ini menunjukkan pelaku memprioritaskan kontrol, penataan, serta pengurangan eksposur sebelum mencoba transfer yang lebih besar. Kondisi ini juga membuat mayoritas BTC curian tetap terlihat di onchain, sehingga peneliti dapat memantau pergerakan berikutnya. Jika dana mulai lebih sering keluar dari klaster tersebut, risiko pencucian aset atau distribusi yang lebih luas akan meningkat tajam. Bisakah pelacakan blockchain mengimbangi? Walau pelaku belum memulai distribusi yang lebih luas, penyelidikan kini memasuki fase yang lebih menentukan. Pergerakan onchain berikutnya akan menunjukkan apakah operasi bergeser dari pengelolaan dana ke upaya ekstraksi dana. Transfer ke bursa teregulasi berpotensi membuka identitas melalui prosedur KYC dan menghadirkan peluang intervensi. Sebaliknya, penggunaan mixer atau jembatan lintas-chain dapat memecah jejak transaksi dan menyulitkan analisis blockchain. Karena itu, frekuensi transaksi, pengelompokan alamat, dan pola rute transaksi akan menjadi indikator yang lebih penting daripada sekadar ukuran saldo. Jika aktivitas tetap minim, jalur investigasi akan lebih jelas dan pemantauan bisa diperkuat. Jika terjadi transfer keluar yang terkoordinasi, insiden yang semula relatif terkendali dapat berubah menjadi tantangan pelacakan yang jauh lebih kompleks. Ringkasan Skala dugaan eksploit Coldcard terus bertambah seiring bertambahnya wallet yang dikaitkan dengan BTC yang dicuri. Efektivitas pelacakan terhadap dana tersebut pada tahap berikutnya akan sangat ditentukan oleh pola pergerakan Bitcoin selanjutnya.