Prancis blokir total Polymarket setelah catat 578.000 kunjungan dari Prancis pada Juni 2026
Ringkasan Pasar AI
Regulator perjudian Prancis memerintahkan ISP untuk memblokir situs web Polymarket setelah lalu lintas Prancis yang substansial tetap bertahan meskipun sebelumnya telah dilakukan geoblocking. Tindakan ini menegaskan bahwa bahkan dengan penyelesaian onchain, lapisan distribusi terpusat (frontend, API, pencarian) tetap rentan terhadap penegakan nasional. Hal ini meningkatkan premi risiko regulasi dan akses bagi pasar prediksi serta model akuisisi pengguna DeFi yang lebih luas di Eropa, yang berpotensi mengurangi likuiditas dan partisipasi ketika jalur kepatuhan tidak jelas.
Level dampak
● Sedang
Wawasan AIWawasan AI
▼ Bearish
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Regulator perjudian Prancis meningkatkan langkah terhadap platform pasar prediksi kripto Polymarket. Setelah sebelumnya hanya meminta pembatasan transaksi bagi pengguna Prancis, kini otoritas memerintahkan pemblokiran akses situs secara penuh karena pembatasan geografis dinilai masih bisa ditembus dan audiens domestik tetap besar.
Otoritas Perjudian Nasional Prancis (ANJ) pada 17 Juli mengeluarkan perintah kepada penyedia layanan internet (ISP) untuk memblokir akses ke Polymarket. ANJ menyatakan bahwa meski langkah-langkah sebelumnya ditujukan untuk menghambat transaksi keuangan dari Prancis, situs Polymarket tetap mempromosikan layanan perjudian tanpa izin.
ANJ merujuk data Similarweb yang menunjukkan Polymarket menerima 578.751 kunjungan dari Prancis dan 205.057 pengunjung unik pada Juni 2026. Angka tersebut menjelaskan alasan regulator beralih dari meminta operator menolak transaksi tertentu menjadi menutup akses ke pintu masuk utama, yakni situs web.
Menurut ANJ, masalahnya bukan semata soal penyelesaian transaksi di blockchain. Meski settlement dapat berlangsung onchain, pengguna arus utama tetap mengandalkan situs untuk melihat pasar, memantau harga, dan memasukkan order. Hal inilah yang menjadi titik tekan regulator.
Kasus ini bukan intervensi pertama. Pada November 2024, ANJ menyatakan telah menghubungi Adventure One QSS Inc. (perusahaan yang diidentifikasi sebagai operator Polymarket dan terdaftar di Panama) setelah menilai layanan platform berpotensi masuk kategori perjudian tanpa izin menurut hukum Prancis. Setelah itu, Adventure One menerapkan geoblocking yang sempat dilaporkan berhasil menahan taruhan dari Prancis.
Pemberitahuan ANJ pada Juli 2026 menempatkan perintah pemblokiran sebagai kelanjutan dari perkara yang sama. Regulator menilai pembatasan sebelumnya—yang berfokus pada pemblokiran transaksi yang berasal dari Prancis—justru mendorong praktik pengelakan, sementara beranda Polymarket tetap menampilkan odds secara real-time kepada audiens Prancis dalam jumlah besar.
ANJ menilai tampilan odds yang terus diperbarui di halaman depan berfungsi sebagai kanal utama promosi aktivitas yang dianggap ilegal. Hukum Prancis memberi ruang tindakan terhadap antarmuka semacam ini. Setelah pemberitahuan resmi dan masa tanggapan, Pasal 61 memungkinkan ANJ memerintahkan ISP memblokir akses ke antarmuka online ilegal tertentu serta meminta mesin pencari atau direktori berhenti merujuknya. Regulator melaporkan 1.290 URL terkait perjudian ilegal diblokir melalui mekanisme ini sepanjang 2025.
Pendekatan ini memperluas sasaran penegakan. Prancis tidak lagi semata bergantung pada platform untuk menentukan transaksi mana yang ditolak, melainkan dapat menekan jaringan domestik dan layanan penemuan (discovery) yang menghubungkan audiens ritel ke platform.
ANJ menekankan dasar perkara adalah hukum perjudian, bukan penggunaan kripto. Pemberitahuan 2024 menyebut intervensi terkait sifat layanan sebagai perjudian. Pernyataan kebijakan Februari 2026 mempertegas klasifikasi pasar prediksi sebagai perjudian tanpa lisensi di Prancis, dengan alasan akses yang terus-menerus dan penyebaran viral disertai pengamanan yang lebih lemah dibanding operator berlisensi. Regulator menyoroti risiko adiksi, isu integritas, serta ketiadaan verifikasi identitas dan usia.
Kerangka argumen ini menjelaskan mengapa beranda yang menampilkan odds tidak dipandang netral. Harga real-time dinilai menjalankan fungsi pemasaran produk, sementara sistem identitas, verifikasi usia, dan integritas di sekitar pasar menentukan apakah layanan dianggap dapat diterima untuk pengguna lokal.
Pembatasan yang dikenakan menyasar lapisan layanan, bukan kontrak Polygon. Dokumentasi Polymarket membedakan distribusi dan settlement. Di halaman pembatasan geografisnya, Prancis tercantum sebagai "closed only" untuk frontend maupun API: pengguna bisa menutup posisi yang sudah ada, tetapi tidak dapat membuka posisi baru. Pemeriksaan kelayakan IP juga di-host di polymarket.com, yang menunjukkan kontrol akses geografis diterapkan melalui infrastruktur yang dikelola operator.
Polymarket menyebut central limit order book miliknya sebagai sistem hibrida: order dicocokkan offchain, sementara transaksi yang sudah cocok diselesaikan secara atomik melalui kontrak trading di Polygon. Menurut platform, perdagangan bersifat nonkustodial. Perintah Prancis menargetkan akses ke situs dan antarmuka layanan, bukan lapisan settlement Polygon yang terpisah. Tidak ada indikasi kontraknya dilarang; dampak utamanya adalah membuat produk lebih sulit diakses dan ditemukan oleh pelanggan ritel.
Jangkauan audiens luas bergantung pada frontend yang intuitif, pengiriman order yang andal, matching offchain, pemeriksaan kelayakan geografis, serta postur kepatuhan yang memungkinkan pengguna dan mitra distribusi berinteraksi dengan produk. Pemblokiran ISP memutus jalur komersial tersebut. Settlement onchain tidak otomatis membuat distribusi menjadi tanpa izin; pintu depan tetap berada di area yang bisa dipengaruhi regulator nasional.
Respons Eropa masih berupa mosaik tindakan nasional, bukan larangan tingkat Uni Eropa. ANJ mengidentifikasi 12 yurisdiksi Eropa yang telah membatasi atau memblokir pasar prediksi: Jerman, Belgia, Rumania, Swiss, Polandia, Belanda, Yunani, Italia, Portugal, Spanyol, Ukraina, dan Republik Ceko. Bentuk tindakannya berbeda-beda.
Spanyol menjadi contoh terbaru. Pada 26 Mei 2026, Direktorat Jenderal Regulasi Perjudian memerintahkan pemblokiran situs Polymarket dan Kalshi sebagai langkah sementara dalam proses terkait dugaan operasi perjudian tanpa lisensi. Regulator Spanyol menekankan pentingnya perizinan, verifikasi identitas, kontrol akses untuk anak di bawah umur, serta perlindungan self-exclusion.
Fragmentasi ini memaksa operator pasar prediksi mengambil keputusan sulit. Pembatasan geografis yang lebih ketat dapat menurunkan risiko penegakan jangka pendek, tetapi pengalaman Prancis menunjukkan pembatasan yang hanya menyentuh transaksi bisa dianggap belum memadai ketika odds tetap terlihat dan jangkauan audiens tetap besar. Peningkatan verifikasi identitas dan perlindungan konsumen dapat menjawab sebagian kekhawatiran, sementara perolehan lisensi menuntut kepatuhan pada kategori hukum yang bisa berbeda di tiap negara.
Sorotan terbaru mengarah pada apakah Polymarket akan mengubah kontrol frontend, sikap regulasi, atau model distribusinya untuk mempertahankan akses arus utama seiring semakin banyak yurisdiksi Eropa mengklasifikasikan pasar prediksi sebagai perjudian. Prancis menunjukkan titik pengaruhnya: bila regulator dapat membuat situs lebih sulit diakses dan meningkatkan biaya kepatuhan untuk melayani audiens domestik melalui lapisan akses dan distribusi yang dikuasai operator, mereka tidak perlu mengubah logika settlement pasar onchain.