Prancis Setujui Pajak Swap Stablecoin Mulai 2027 dan Perluas Exit Tax bagi Pemilik Kripto Bernilai Tinggi
Ringkasan Pasar AI
Komite keuangan Prancis memajukan proposal untuk mengenakan pajak atas pertukaran stablecoin yang dipatok ke fiat dengan kripto mulai 2027 dan memperluas pajak keluar atas keuntungan belum terealisasi bagi rumah tangga dengan kepemilikan kripto di atas €800k. Jika diberlakukan, lebih banyak aktivitas di dalam ekosistem dapat memicu peristiwa kena pajak tanpa pencairan fiat, sehingga meningkatkan friksi likuiditas dan kepatuhan. Pengalihan kerugian kripto selama 10 tahun ke depan sebagian mengimbangi volatilitas, sementara pelaporan DAC8 mulai 2026 meningkatkan kemampuan penegakan.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-0.37%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Komite Keuangan Majelis Nasional Prancis meloloskan serangkaian usulan pajak kripto yang memperketat pemicu pengenaan pajak capital gain untuk transaksi aset digital tertentu. Fokus utamanya mencakup pengenaan pajak atas konversi kripto ke stablecoin yang dipatok ke mata uang fiat serta perluasan aturan exit tax bagi wajib pajak beraset besar yang memindahkan domisili pajak ke luar negeri.
Perubahan ini disahkan melalui sejumlah amendemen dalam proses pembahasan komite. Jika akhirnya menjadi undang-undang, investor berpotensi menanggung kewajiban pajak capital gain meski tidak mencairkan dana ke euro, memunculkan persoalan praktis bagi pengguna stablecoin sebagai sarana parkir nilai atau pengelolaan likuiditas.
Poin-poin penting
- Komite menyetujui amendemen yang mengklasifikasikan konversi ke stablecoin yang dipatok fiat sebagai peristiwa kena pajak mulai 1 Januari 2027.
- Naskah komite menilai perlakuan saat ini terhadap konversi tersebut sebagai "celah" dalam regulasi.
- Usulan lain mengizinkan kerugian kripto yang telah direalisasi untuk dikompensasikan (carry forward) hingga 10 tahun.
- Amendemen exit tax membidik keuntungan yang belum direalisasi ketika wajib pajak dengan total kepemilikan kripto rumah tangga di atas €800.000 ($895.000) memindahkan domisili ke luar Prancis.
Konversi ke stablecoin masuk radar pajak
Salah satu langkah kunci adalah Amendemen ICF1826 yang diajukan anggota parlemen Nicolas Sansu dan disetujui pada Rabu. Aturan ini akan membuat pertukaran kripto ke stablecoin yang dipatok fiat menjadi transaksi kena pajak mulai 1 Januari 2027.
Dalam materi penjelas, kerangka saat ini disebut sebagai "celah dalam legislasi". Dampaknya jelas: swap ke stablecoin yang dipatok fiat tidak lagi diperlakukan sebagai langkah nonpajak sebagaimana yang dapat terjadi menurut sebagian interpretasi aturan yang berlaku.
Untuk penghitungan pajak terutang, amendemen menyatakan keuntungan kena pajak dihitung berdasarkan biaya perolehan aset yang dilepas. Jika kepemilikan token yang sama dibeli pada beberapa harga, biaya perolehan dihitung memakai metode rata-rata tertimbang.
Dari sisi jadwal, Majelis Nasional penuh dijadwalkan mulai membahas RUU Anggaran 2027 pada Selasa, 13 Okt.. Jika disahkan, kewajiban pajak capital gain dapat timbul saat konversi ke stablecoin meski aset tetap berada di ekosistem kripto.
Peristiwa kena pajak tanpa "cash out"
Keunikan aturan ini terletak pada penargetan momen perpindahan nilai ke kategori aset kripto tertentu, bukan saat penarikan ke mata uang fiat. Dalam rumusan amendemen, konversi ke stablecoin yang dipatok fiat bisa diperlakukan setara dengan pelepasan aset lain untuk tujuan pajak.
Konsekuensinya signifikan bagi pengguna stablecoin untuk kebutuhan operasi bursa, alur pembayaran, manajemen agunan, atau penempatan portofolio sementara. Pemicu pajak dapat terjadi tanpa penarikan euro ke rekening bank, sehingga berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara pajak yang jatuh tempo dan ketersediaan fiat likuid untuk membayar.
Langkah ini tidak otomatis membuat semua strategi stablecoin menjadi tidak layak, tetapi meningkatkan pentingnya pencatatan transaksi dan pelacakan cost basis, terutama bagi investor yang sering berputar antar-token atau melakukan transaksi berantai yang berujung pada stablecoin.
Carry forward rugi dan perluasan exit tax
Komite juga menyetujui kebijakan yang dapat membantu meredam dampak volatilitas bagi sebagian investor. Amendemen ICCF798 yang diperkenalkan Daniel Labaronne dan disetujui pada Rabu akan memungkinkan wajib pajak membawa rugi kripto yang telah direalisasi hingga 10 tahun.
Secara terpisah, komite menyetujui amendemen exit tax pada Kamis yang memperluas pengenaan pajak atas keuntungan yang belum direalisasi ketika wajib pajak tertentu memindahkan domisili ke luar negeri. Berdasarkan uraian dalam materi sumber, perluasan ini berlaku untuk wajib pajak yang nilai kepemilikan kripto rumah tangganya melebihi €800.000 ($895.000) pada saat perpindahan domisili. Artinya, relokasi ke luar negeri dapat menjadi lebih mahal dari perspektif pajak meski keuntungan belum direalisasi melalui penjualan ke fiat.
Konteks aturan pajak kripto di Uni Eropa
Prancis bergerak di tengah lanskap Eropa yang juga sedang merumuskan pendekatan pajak kripto. Fokus Prancis pada konversi stablecoin dinilai penting karena menyentuh transaksi yang sering digunakan untuk manajemen likuiditas.
Sebagai pembanding, materi sumber menyebut Kementerian Ekonomi Nasional dan Keuangan Yunani menerbitkan draf RUU yang mengusulkan pajak 10% atas capital gain kripto individu, dengan pembebasan untuk keuntungan tahunan hingga 500 euro ($560). Berbeda dari pendekatan Prancis, draf Yunani disebut tetap membebaskan pertukaran kripto-ke-kripto dari pajak.
Di saat yang sama, aturan pelaporan tingkat UE memperbesar kemampuan otoritas pajak melacak aktivitas kripto. Prancis dan negara anggota lain wajib menerapkan pelaporan berdasarkan amendemen kedelapan Directive on Administrative Cooperation (DAC8). Dalam DAC8, penyedia layanan kripto harus mengumpulkan identitas pengguna dan data transaksi serta melaporkannya ke otoritas pajak nasional, yang kemudian bertukar informasi lintas negara.
Kewajiban pelaporan mulai berlaku 1 Januari 2026, dan pertukaran informasi pertama yang mencakup transaksi 2026 dijadwalkan paling lambat September 2027. Urutan waktu ini penting: usulan Prancis mengubah definisi peristiwa kena pajak, sementara DAC8 meningkatkan visibilitas otoritas atas transaksi yang terjadi.
Yang perlu dicermati berikutnya
Dengan usulan komite bergerak ke pembahasan parlemen yang lebih luas, ketidakpastian utama adalah apakah aturan pajak konversi stablecoin dan perluasan exit tax akan bertahan hingga tahap final legislasi. Investor di Prancis perlu memantau pembahasan RUU Anggaran 2027 mulai 13 Okt. serta perubahan amendemen yang memperjelas definisi "stablecoin yang dipatok fiat" dalam praktik perpajakan dan cara perencanaan kewajiban yang bisa muncul tanpa konversi kembali ke fiat.