Trump Dukung Warsh di Tengah Perbedaan Sikap Kebijakan FOMC yang Jarang Terjadi
Ringkasan Pasar AI
Dissent langka dari 3 anggota FOMC yang mendukung kenaikan 25 bp menyoroti perpecahan internal yang luar biasa besar, sementara Ketua Warsh menegaskan kembali bahwa pengetatan lebih lanjut tetap mungkin dilakukan jika inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja tetap kuat. Sikap The Fed untuk tidak memvalidasi ekspektasi pasar meningkatkan ketidakpastian seputar pertemuan September, mendukung risiko suku bunga yang lebih tinggi untuk lebih lama dan memperketat kondisi keuangan dalam waktu dekat di seluruh aset berisiko.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCOGOLD2USD/USDT+0.81%
Wawasan AI · NCCOGOLD2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
ME News melaporkan, pada 30 Juli (UTC+8) Presiden AS Donald Trump mengatakan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh sebenarnya mendukung suku bunga yang lebih rendah, tetapi tidak dapat mendorong penurunan suku bunga karena terbatas oleh "komite yang terpolitisasi".
Dalam rapat FOMC pekan ini, keputusan mempertahankan suku bunga mendapat dukungan 9 suara dengan 3 suara menolak. Tiga anggota tersebut secara terbuka menyerukan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ini menjadi kali pertama sejak 2016 tiga suara dissent searah, sekaligus mencerminkan perbedaan kebijakan internal yang jarang terjadi dalam skala besar pada fase awal masa jabatan ketua Fed baru dalam hampir 50 tahun.
Usai rapat, Warsh menyatakan bahwa jika inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja tetap kuat, kenaikan suku bunga masih bisa menjadi opsi kebijakan pada periode mendatang. Ia menegaskan The Fed tidak akan menyesuaikan kebijakan hanya berdasarkan ekspektasi pasar.
Pelaku pasar kini menilai pertemuan September sebagai momentum utama untuk mencermati apakah The Fed akan mempertimbangkan kembali opsi kenaikan suku bunga. (Sumber: ODAILY)