Organisasi Penegak Hukum AS Dukung CLARITY Act untuk Pengawasan Kripto

Ringkasan Pasar AI
Sebuah asosiasi penegak hukum utama AS (FLEOA) mendukung CLARITY Act, memperkuat momentum menuju struktur pasar kripto federal yang lebih jelas menjelang reses Senat pada 8 Agustus. Sambil mendukung RUU tersebut, FLEOA meminta standar akuntabilitas DeFi yang lebih ketat dan pelestarian yang eksplisit atas kewenangan investigatif, menandakan bahwa negosiasi bergeser ke perubahan pada tingkat bahasa ketimbang penolakan langsung. Perkembangan ini mengurangi risiko ketidakpastian kebijakan sembari menjaga pengawasan kepatuhan DeFi tetap tinggi.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-0.19%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Rancangan undang-undang Digital Asset Market Clarity Act ("CLARITY Act") kembali mengantongi dukungan berprofil tinggi dari kalangan penegak hukum Amerika Serikat, di tengah percepatan pembahasan menjelang masa reses Senat pada 8 Agustus yang dinilai pelaku industri sebagai tenggat krusial. Pada 10 Juli, Federal Law Enforcement Officers Association (FLEOA) menyatakan telah mengirim surat kepada US Senate Banking Committee untuk mendukung CLARITY Act. Dalam surat itu, FLEOA sekaligus mengusulkan sejumlah perubahan terbatas yang menurutnya diperlukan guna memperkuat akuntabilitas di ranah decentralized finance (DeFi) dan memastikan kewenangan investigatif federal yang sudah ada tetap terlindungi. Dukungan terbaru ini menyusul endorsement lain yang muncul sebelumnya, sekaligus menjadi bantahan atas kritik bahwa RUU tersebut berpotensi melemahkan kemampuan pemerintah menindak kejahatan terkait kripto. Poin-poin utama - FLEOA mendukung CLARITY Act sebagai langkah untuk menyeimbangkan inovasi aset digital dan keselamatan publik. - FLEOA meminta penguatan perlindungan terkait DeFi dan penegasan pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas dalam sistem terdesentralisasi. - FLEOA mendorong revisi agar perusahaan tidak mudah menghindari regulasi hanya dengan melabeli diri sebagai "terdesentralisasi". - Surat dukungan datang kurang dari empat minggu sebelum reses Senat 8 Agustus, yang dipandang sebagai tenggat penting. - Kekhawatiran penegak hukum sebelumnya atas perlindungan "developer" di DeFi turut memicu dialog dan perubahan sikap sejumlah kelompok. Dukungan disertai permintaan revisi Dalam pernyataan publik bertanggal 10 Juli, FLEOA menilai versi CLARITY Act saat ini telah membuat "kemajuan bermakna" untuk menyelaraskan inovasi aset digital dengan tujuan keselamatan publik. Menurut FLEOA, RUU tersebut membantu membangun kerangka regulasi yang lebih jelas untuk aset digital, sambil mempertahankan otoritas penting yang dipakai dalam penegakan hukum pidana dan kepatuhan. Otoritas yang dimaksud mencakup upaya anti pencucian uang dan pendanaan terorisme, penegakan sanksi, serta kewenangan investigasi untuk mengejar pelanggaran. Ji Kim, CEO Crypto Council, menyoroti arti penting dukungan ini dan menyatakan bahwa endorsement FLEOA menegaskan kekuatan RUU tersebut dari sisi perlindungan konsumen dan dukungan terhadap penegakan hukum. Isu DeFi jadi pusat kekhawatiran akuntabilitas Meski mendukung arah kebijakan CLARITY Act, FLEOA meminta agar ketentuan perlindungan DeFi dipersempit. FLEOA menilai perlu ada kejelasan lebih tegas soal akuntabilitas, termasuk siapa yang dapat dimintai pertanggungjawaban dalam sistem terdesentralisasi. FLEOA juga meminta legislator menutup celah yang memungkinkan entitas tertentu menghindari kewajiban regulasi dengan mengklaim dirinya "terdesentralisasi" tanpa memenuhi prasyarat substantif dari label tersebut. Selain itu, FLEOA merekomendasikan penyesuaian pada bahasa "specific intent" agar pembuktian tanggung jawab hukum dapat dilakukan lebih mudah ketika diperlukan. FLEOA juga meminta ditegaskan secara eksplisit bahwa undang-undang yang diusulkan tidak membatasi kewenangan investigasi federal yang sudah ada. Dalam pemberitaan Cointelegraph sebelumnya, CLARITY Act menuai keberatan yang berfokus pada Section 604, yakni ketentuan yang ditujukan untuk melindungi developer dari tanggung jawab atas aktivitas ilegal yang dilakukan pengguna pada platform terdesentralisasi. Kritik tersebut menyoroti risiko pengecualian yang terlalu luas sehingga dapat menghambat investigasi. Tekanan penegak hukum sebelumnya mengubah dinamika Pada Juni, empat organisasi penegak hukum menghubungi Gedung Putih untuk menyampaikan kekhawatiran atas Section 604. Mengacu pada laporan Cointelegraph, kelompok tersebut mencakup National District Attorneys Association, National Association of Assistant United States Attorneys, International Association of Chiefs of Police, dan National Sheriffs' Association. Mereka menilai ketentuan itu dapat memperluas perlindungan tanggung jawab hukum dengan cara yang membuat investigasi kejahatan kripto lebih sulit. Penolakan tersebut memicu tindak lanjut dari pihak eksekutif. Gedung Putih mengundang organisasi yang keberatan ke pertemuan pada akhir Juni. Setelah itu, terjadi pergeseran sikap di komunitas penegak hukum. Pada Juli, Major County Sheriffs of America dilaporkan mengambil posisi netral setelah sebelumnya menentang CLARITY Act. Dalam konteks ini, dukungan FLEOA mengikuti pola serupa: mendukung arah besar legislasi, tetapi meminta perbaikan yang menyasar celah yang dinilai krusial, terutama ketika DeFi mengaburkan batas tanggung jawab dan ketika isu penegakan hukum beririsan dengan akuntabilitas developer serta platform. Mendekati reses Senat 8 Agustus Surat FLEOA hadir pada momen yang serba mepet. Pelaku industri menilai reses Senat pada 8 Agustus sebagai tonggak penting untuk menentukan apakah CLARITY Act dapat melaju dalam jendela legislasi saat ini. Senator Cynthia Lummis pada 8 Juli menyatakan bahwa para legislator tampaknya mendekati peluang realistis terakhir untuk mengesahkan "legislasi nyata" terkait aset digital sebelum 2030. Ia memperingatkan, kegagalan mengesahkan CLARITY Act bisa membuat yurisdiksi lain menetapkan aturan aset digital lebih dulu, sementara AS harus mengejar ketertinggalan dalam satu dekade berikutnya. Dengan latar itu, bertambahnya dukungan dari organisasi penegak hukum, sekaligus permintaan penyempurnaan spesifik, memberi sinyal bahwa negosiasi mulai bergeser dari skeptisisme luas menjadi pembahasan teknis pada level redaksional. Bagi pasar, pertanyaan kuncinya adalah apakah US Senate Banking Committee dan proses legislasi yang lebih luas akan mengakomodasi rekomendasi terkait akuntabilitas dan perlindungan kewenangan penegakan hukum untuk menjaga dukungan dari pemangku kepentingan keselamatan publik. Isu yang diperkirakan menentukan arah pembahasan tetap berkisar pada bagaimana ketentuan DeFi dirumuskan dan diperjelas, terutama terkait perlindungan developer, penetapan tanggung jawab dalam sistem terdesentralisasi, serta pencegahan agar klaim "decentralization" tidak dipakai sebagai tameng regulasi. Yang perlu dipantau menjelang reses Menjelang 8 Agustus, fokus pembahasan diperkirakan mengerucut pada tiga hal: akuntabilitas DeFi, standar penetapan tanggung jawab hukum, serta penegasan eksplisit bahwa otoritas investigasi federal tidak dibatasi. Legislator akan menimbang bagaimana merancangnya agar tetap menjaga dukungan luas dari penegak hukum, sambil memenuhi tujuan CLARITY Act untuk menghadirkan kerangka regulasi aset digital yang lebih jelas dan dapat diprediksi.