The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps; Pasar Memperhitungkan Tiga Kenaikan Lagi hingga 2027

Ringkasan Pasar AI
The Fed memberikan kenaikan 25bp menjadi 3,75%–4,00% dan mengisyaratkan kebijakan "higher-for-longer" melalui dot plot, dengan para pejabat memproyeksikan pengetatan tambahan hingga 2026–2027. Powell menekankan inflasi yang persisten dan keyakinan yang terbatas atas kembalinya ke 2%. Pasar bereaksi dengan dolar yang lebih kuat, imbal hasil Treasury yang lebih tinggi, ekuitas yang lebih lemah, dan penurunan tajam pada emas, mencerminkan kondisi keuangan yang lebih ketat dan menurunnya selera risiko.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSIDXY2USD/USDT+0.64%
Wawasan AI · NCSIDXY2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut laporan ChainCatcher, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) secara bulat memutuskan menaikkan suku bunga 25 basis poin, sehingga kisaran target federal funds rate menjadi 3,75%–4,00%. Keputusan ini menjadi kenaikan pertama sejak Juli 2023. Dot plot terbaru menunjukkan 16 pejabat memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga tambahan hingga 2026. Proyeksi median suku bunga untuk 2026 dan 2027 sama-sama berada di 4,1%. Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan data terbaru mencerminkan ekonomi AS yang kuat dan pasar tenaga kerja yang tangguh. Meski begitu, inflasi masih terlalu tinggi dan bertahan terlalu lama; FOMC belum cukup yakin inflasi bergerak menuju target 2%. Powell menegaskan tantangan utama ekonomi saat ini bukan pertumbuhan, melainkan inflasi. Powell juga menilai kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS terutama didorong oleh kuatnya kinerja ekonomi AS, meningkatnya persaingan memperebutkan modal, serta faktor geopolitik. Di antara pengumuman keputusan dan konferensi pers Powell, emas spot turun sekitar US$100. Indeks dolar AS naik sekitar 40 poin dan menembus level 100. Imbal hasil Treasury 2 tahun naik kira-kira 10 bps, sementara tenor 10 tahun naik sekitar 5 bps. Saham AS berbalik melemah secara menyeluruh. Pasar futures saat ini memperhitungkan tambahan kenaikan suku bunga sekitar 33 bps tahun ini, serta estimasi kenaikan kumulatif sekitar 75 bps hingga Juni tahun depan.