Ketua The Fed Kevin Warsh Bahas Keputusan Suku Bunga dan Prospek Inflasi

Ringkasan Pasar AI
Pernyataan Warsh menegaskan kembali target inflasi 2% yang ketat, menekankan bahwa inflasi tidak dapat diselesaikan dengan cepat, dan menyoroti kesiapan untuk bertindak jika inflasi tetap tinggi, sementara tiga anggota FOMC menyatakan dissent yang mendukung kenaikan suku bunga. Meski suku bunga kebijakan tidak berubah, pesannya terbaca hawkish dan menggarisbawahi sensitivitas terhadap imbal hasil dan data inflasi, mendukung kondisi keuangan yang lebih ketat serta USD yang lebih kuat dalam jangka dekat.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSIDXY2USD/USDT-0.61%
Wawasan AI · NCSIDXY2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Setelah Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga, Ketua The Fed Kevin Warsh tampil langsung dan menjawab pertanyaan media. Berikut poin-poin utama dari pernyataannya. Warsh menyebut diskusi berlangsung dalam suasana yang bersahabat. Ia menilai ekonomi menunjukkan ketahanan yang mengesankan. Komite tidak membuat prediksi, tetapi menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga. Menurutnya, tidak ada target inflasi yang fleksibel; satu-satunya target adalah inflasi 2%. Warsh mengatakan inflasi tinggi selama lima tahun terakhir telah menciptakan situasi yang menonjol dan sulit diselesaikan; ia menilai target implisit The Fed tampak berada di atas 2%. Masalah inflasi, katanya, tidak bisa diselesaikan dalam sembilan minggu. Pengurangan forward guidance dinilai mungkin sudah memengaruhi tren pasar. The Fed tidak akan ragu bertindak ketika diperlukan dan tepat. Ia menambahkan, pelaku pasar belajar bekerja sama alih-alih bertindak sebagai "arbiter". Investasi pada kecerdasan buatan disebut menjadi fondasi pertumbuhan ke depan. Warsh juga mengungkapkan FOMC sempat berdebat sengit pada empat isu: pertama, inflasi tinggi selama lima tahun terakhir; kedua, penilaian atas guncangan ekonomi terbaru; ketiga, kenaikan harga akibat guncangan tersebut; keempat, pembahasan perangkat dan strategi kebijakan moneter. The Fed memantau kenaikan imbal hasil obligasi dan berupaya menjaga jarak dari pergerakan tersebut. Keputusan kali ini didukung mayoritas besar. Warsh menilai suara yang berbeda tidak mencerminkan esensi perdebatan. Data CPI inti Juni disebut kecil kemungkinannya berdampak besar pada keputusan kebijakan, tetapi The Fed akan mencermati data inflasi dalam periode mendatang. Ia mengatakan ada beberapa data inflasi yang menggembirakan dan akan dipantau ketat dalam beberapa hari ke depan. Sejumlah keputusan penting perlu diambil pada periode berikutnya. Warsh menekankan suku bunga saat ini lebih tinggi dibanding 42 hari lalu. Ia menyebut ada miskonsepsi bahwa menaikkan target inflasi sedikit berarti kebijakan menjadi lebih fleksibel. The Fed, katanya, akan mencapai target inflasi 2%. Bila inflasi tetap tinggi, suku bunga bisa menjadi bagian dari solusi. Ia menilai penting untuk memahami dinamika dasar inflasi ketika terjadi guncangan serta menilai sejauh mana guncangan itu memperparah inflasi. Warsh juga menolak pelabelan bahwa keputusan hari ini sekadar mempertahankan suku bunga. Jika disebut "tidak berubah", katanya, pasar keuangan justru dapat menangkapnya secara berlawanan. Ia menambahkan, menenangkan melihat pasar bereaksi pada perkembangan real-time, bukan pada The Fed atau dot plot. Data personal consumption expenditure (PCE) ditegaskan sebagai acuan utama dan akan terus digunakan. Berita terkait: Rincian lengkap keputusan suku bunga The Fed dirilis. Federal Open Market Committee (FOMC) melakukan pemungutan suara 93 untuk mempertahankan federal funds rate pada kisaran 3.50–3.75 persen. Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack, Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari, dan Presiden The Fed Dallas Lorie Logan meminta kenaikan 25 basis poin untuk memerangi inflasi. Pernyataan pascarapat The Federal Reserve menyebut tiga anggota mendukung kenaikan kisaran target suku bunga kebijakan sebesar seperempat poin. Perbedaan suara ini mengindikasikan dukungan untuk kenaikan suku bunga mulai menguat di dalam komite. Ketiga anggota tersebut berargumen bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat diperlukan untuk menahan inflasi, yang telah berada di atas target 2% The Fed selama lebih dari lima tahun. Hammack dan Logan menyoroti tekanan pada rumah tangga akibat harga yang tetap tinggi, sementara Kashkari menyatakan langkah yang lebih kuat diperlukan untuk memastikan stabilitas harga. *Ini bukan nasihat investasi. Baca selengkapnya: LIVE: Ketua The Fed Kevin Warsh berbicara setelah keputusan suku bunga – momen krusial.