Pejabat The Fed Berbeda Pendapat soal Menahan Suku Bunga di Tengah Inflasi yang Membandel
Ringkasan Pasar AI
The Fed mempertahankan suku bunga di 3,5%–3,75%, tetapi tiga presiden regional berbeda pendapat dan mendukung kenaikan 25 bp, menegaskan inflasi yang terus berada di atas target serta risiko pasokan energi yang kembali meningkat akibat ketegangan di Timur Tengah. Perbedaan ini meningkatkan ketidakpastian seputar jalur FOMC September dan membuat aset berisiko yang sensitif terhadap suku bunga, termasuk kripto, tetap reaktif terhadap rilis inflasi yang akan datang. Arus BTC ETF yang membaik membantu, tetapi repricing yang didorong faktor makro tetap menjadi katalis dominan.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-2.65%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Federal Reserve kembali mempertahankan suku bunga pada 29 Juli 2026. Keputusan ini tidak bulat. Federal Open Market Committee (FOMC) memilih 9–3 untuk menjaga kisaran federal funds rate di 3,5%–3,75%. Tiga presiden bank regional The Fed menilai penahanan suku bunga itu keliru: Beth Hammack (Cleveland Fed), Neel Kashkari (Minneapolis), dan Lorie Logan (Dallas). Ketiganya mendorong kenaikan 25 basis poin.
Inti argumen mereka: inflasi bertahan di atas target 2% The Fed selama lebih dari lima tahun berturut-turut. Dalam pandangan mereka, tidak bergerak bukan berarti sudah menang.
Para pembangkang menyoroti dua persoalan yang saling memperkuat. Pertama, inflasi domestik belum menunjukkan penurunan yang meyakinkan. Kedua, ketegangan geopolitik terkait konflik di Timur Tengah berisiko mengganggu rantai pasok energi—faktor yang secara historis cepat tercermin pada indikator inflasi yang paling diawasi The Fed.
Ketua The Fed Kevin Warsh, yang menjalani tahun penuh pertamanya memimpin, berada di pihak mayoritas untuk menahan suku bunga. Suku bunga tidak berubah sejak awal 2026, setelah tiga kali pemangkasan yang dilakukan The Fed pada akhir 2025.
Respons pasar aset berisiko sempat lega setelah pengumuman. Bitcoin naik sekitar 1% ke kisaran US$64.250. Ether menguat sekitar 1% ke sekitar US$1.915. XRP melampaui keduanya, naik kira-kira 3% ke sekitar US$1,08.
Arus institusional ke ETF Bitcoin menunjukkan perbaikan, tetapi ketidakpastian makro masih menjadi pembatas. Setiap kali data inflasi melampaui perkiraan, narasi pemangkasan suku bunga segera memudar—bersama dorongan yang sebelumnya ikut mengangkat reli kripto.
Pertemuan FOMC September kini menjadi fokus utama pelaku pasar. Jika data inflasi hingga saat itu kembali mengejutkan ke atas, posisi tiga pembangkang akan terlihat lebih kuat dan peluang kenaikan suku bunga meningkat. Jika inflasi melunak, ekspektasi pemangkasan bisa muncul lagi—skenario yang secara historis mendukung Bitcoin dan aset berisiko lainnya.
Masalah inflasi lima tahun di atas target juga makin sulit diabaikan. Rentang itu mencakup sekitar dua periode kepresidenan, pemulihan pascapandemi, gejolak bank regional, serta sejumlah guncangan geopolitik. Gangguan pasokan energi akibat tensi Timur Tengah menambah variabel yang tidak bisa dikendalikan langsung oleh The Fed.
Inflasi berbasis pasokan adalah jenis yang paling tidak disukai bank sentral: menaikkan suku bunga tidak memperbaiki masalah pipa, pelabuhan, atau gangguan rute tanker. Dampaknya lebih banyak pada biaya pinjaman yang lebih mahal sementara guncangan pasokan tetap berjalan. Di titik inilah dilema para pembangkang: sekalipun kenaikan suku bunga tidak menyelesaikan gangguan pasokan energi, membiarkan suku bunga tetap bisa dibaca sebagai sinyal bahwa The Fed nyaman dengan inflasi yang belum kembali ke target selama setengah dekade.