UE Siap Tinjau Ulang Kerangka MiCA untuk Stablecoin Non-UE dan Teknologi Baru
Ringkasan Pasar AI
Diplomat UE mengindikasikan MiCA kemungkinan akan dibuka kembali untuk mengatasi kendala perizinan yang menyingkirkan penerbit stablecoin besar non-UE serta untuk memperluas cakupan ke arah pembayaran/deposito yang ditokenisasi. Tekanan penyelarasan dari kebijakan stablecoin AS (misalnya, GENIUS Act) meningkatkan peluang kerangka yang lebih permisif, memperbaiki kejelasan hukum dan akses bagi pengguna zona euro. Dalam jangka dekat, hal ini mengurangi tail risk regulasi yang dipersepsikan untuk struktur pasar kripto, terutama rel stablecoin.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.92%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Uni Eropa (UE) dikabarkan telah memutuskan untuk meninjau ulang kerangka regulasi yang mengatur perizinan dan operasional kripto serta stablecoin di kawasan euro. Keputusan ini muncul di tengah konsultasi yang dibuka Directorate-General for Financial Stability, Financial Services and Capital Markets Union untuk menentukan apakah ketentuan MiCA perlu direvisi atau tetap dipertahankan.
Menurut sejumlah diplomat Eropa, revisi akan menyasar Markets in Crypto-Assets (MiCA) guna menjawab persoalan penerbit stablecoin non-UE yang selama ini tersingkir dari proses perizinan akibat persyaratan yang berlaku. Langkah ini juga disebut dipengaruhi oleh pengesahan GENIUS Act di AS serta dorongan kebijakan pro-stablecoin dari pemerintahan Trump.
Kerangka saat ini dinilai belum mengakomodasi penerbit stablecoin asing terbesar, termasuk Tether, sehingga pembuat kebijakan mempertimbangkan perbaikan atas celah tersebut. Patrick Hansen, Senior Director of EU Strategy & Policy di Circle, menilai implementasi MiCA saat ini membuat pengguna kripto Eropa "tidak terlindungi atau terputus akses", dan menyebut kondisi itu sebagai "kesenjangan yang signifikan."
Pembahasan juga diperkirakan meluas ke teknologi yang berkembang cepat seperti tokenisasi. Para diplomat akan menilai apakah MiCA perlu diperluas untuk mencakup instrumen pembayaran dan simpanan berbasis token. Seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Euronews bahwa membuka kembali berkas regulasi ini "tampak tak terhindarkan", mengingat posisi sejumlah institusi Eropa, termasuk ECB, serta dinamika regulasi dan teknologi global terbaru.
Periode transisi MiCA bagi penyedia layanan aset kripto (crypto asset service providers/CASPs) baru berakhir pada 1 Juli. MiCA sendiri disetujui Dewan UE pada 16 Mei 2023, sehingga banyak ketentuannya berangkat dari kondisi lebih dari tiga tahun lalu—rentang waktu yang panjang bagi industri berbasis inovasi seperti kripto.