Ripple Kantongi Persetujuan MiCA Se-UE, Bisa "Passporting" di 29 Negara

Ringkasan Pasar AI
Pencantuman Ripple Payments Europe dalam daftar MiCA ESMA memberikan hak "passporting" di 29 negara Uni Eropa, memperluas distribusi teregulasi untuk layanan pembayaran kripto dan stablecoin. Persetujuan tersebut, bersama perizinan sebelumnya di Luksemburg, menandakan institusionalisasi pembayaran kripto di UE seiring bank dan pemroses juga masuk di bawah MiCA. Dalam jangka dekat, variabel pasar utama adalah kapasitas operasional dan kepatuhan AML karena migrasi pelanggan pasca-transisi meningkatkan pengawasan terhadap penyedia berlisensi.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
XRP/USDT+0.18%
Wawasan AI · XRP/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Ripple Payments Europe SA resmi masuk ke daftar Markets in Crypto-Assets (MiCA) milik European Securities and Markets Authority (ESMA). Dalam pembaruan terbaru, ESMA menambahkan entitas Ripple tersebut bersama 14 perusahaan lain, sehingga total penyedia layanan aset kripto (cryptoasset service providers/CASP) yang telah mendapat otorisasi menjadi 294. Dengan status CASP ini, unit pembayaran Ripple di Eropa dapat menawarkan layanan kripto dan stablecoin yang teregulasi di 29 negara Uni Eropa melalui mekanisme "passporting" MiCA. Otorisasi ini melanjutkan perizinan Ripple di Luksemburg sebelumnya, yakni lisensi MiCA serta lisensi electronic money institution (EMI). Ripple menyatakan kombinasi izin tersebut memungkinkan anak usaha Eropanya melayani institusi keuangan dan pelaku bisnis di European Economic Area (EEA) dengan satu integrasi untuk menghimpun dana, menukar aset, dan melakukan pembayaran. Pembaruan register ESMA juga memuat masuknya sejumlah bank teregulasi, termasuk Bison Bank dari Portugal, bank milik negara Kroasia Hrvatska poštanska banka, serta Kaiser Partner Privatbank dari Liechtenstein. Ini mencerminkan dorongan bank-bank untuk mulai menyediakan layanan aset digital di bawah kerangka MiCA. Di sisi lain, pemroses pembayaran BitPay memperoleh otorisasi MiCA dari regulator Belanda, yang membuka jalan bagi layanan pembayaran kripto dan stablecoin di pasar UE yang memenuhi syarat. MiCA mengharuskan penyedia layanan kripto yang tercakup untuk memperoleh otorisasi nasional; setelah berlisensi, perusahaan dapat beroperasi lintas pasar UE yang berpartisipasi tanpa perlu izin terpisah di tiap negara. Meski daftar ESMA terus bertambah, aktivitas perizinan disebut melambat sejak masa transisi 18 bulan MiCA berakhir pada 1 Juli. Perusahaan yang tidak memenuhi tenggat otorisasi umumnya harus menghentikan layanan teregulasi di pasar UE, kecuali ada pengaturan nasional yang menyatakan lain. Persetujuan untuk Ripple datang ketika regulator mengantisipasi perpindahan nasabah akibat berakhirnya masa transisi. Bruna Szego, ketua Anti-Money Laundering Authority (AMLA), memperingatkan pembuat undang-undang bahwa keluarnya sejumlah perusahaan dari pasar dapat memicu lonjakan permintaan penarikan. Ia menilai penyedia berlisensi yang menerima arus nasabah baru berisiko kewalahan saat melakukan onboarding dalam volume besar sambil tetap menjaga verifikasi identitas dan pemantauan transaksi. Szego mendorong perusahaan yang keluar maupun yang telah berizin menyiapkan rencana menghadapi peningkatan aktivitas tanpa melemahkan kontrol anti pencucian uang (AML). Ripple sebelumnya juga mengumumkan telah mengantongi persetujuan dari UK Financial Conduct Authority. Perusahaan menyebut cakupan izin di Eropa meliputi layanan dan infrastruktur pembayaran yang, bergantung pada layanan serta klien, dapat melibatkan XRP, XRP Ledger, atau stablecoin RLUSD. Masuknya Ripple ke register MiCA ESMA menjadi langkah penting untuk memperluas aktivitas pembayaran yang teregulasi di kawasan euro. Pada saat yang sama, Ripple dan pelaku industri lainnya kini berada dalam fase pengawasan operasional dan kepatuhan yang lebih ketat seiring pasar kripto teregulasi Eropa memasuki periode pasca-transisi.