Sebuah draf perubahan penerbitan Ethereum (EIP-8363, "Tapered Issuance Burn") mengusulkan pembakaran imbalan validator secara progresif seiring meningkatnya ETH yang di-stake, yang berpotensi mencapai pembakaran 100% pada sekitar 60,25 juta ETH yang di-stake dalam sekitar 18 bulan. Jika diadopsi, hal ini akan secara material mengubah ekonomi staking, insentif validator, dan ekspektasi imbal hasil, dengan kemungkinan efek orde kedua pada liquid staking dan DeFi. Proposal ini menuai perdebatan, memunculkan kekhawatiran terkait tata kelola dan risiko partisipasi.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
ETH/USDT+0.34%
Wawasan AI · ETH/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Enam pengembang Ethereum, termasuk Justin Drake, mengusulkan kebijakan penerbitan (issuance) baru bernama "Tapered Issuance Burn". Draf yang diberi tag EIP8363 ini akan membakar porsi imbalan validator yang kian besar seiring naiknya jumlah ether yang di-stake (staked ETH). Pemangkasan bakal mencapai 100% ketika staked ETH menyentuh 60,25 juta ETH, sekitar separuh dari total pasokan. Implementasi perubahan direncanakan bertahap selama 18 bulan.
Salah satu penulis, Jérôme de Tychey, menilai penerbitan yang dibiarkan tanpa kendali setara dengan "pajak dilusi" bagi setiap pemegang. Proposal ini juga ditujukan untuk mencegah kustodian besar serta penyedia liquid staking mengonsentrasikan pasokan ETH.
Meski begitu, "Tapered Issuance Burn" memicu kritik tajam dari validator solo, staker, dan pengembang DeFi. Para pengkritik memperingatkan validator kecil berisiko tersingkir lebih dulu sebelum institusi besar benar-benar merasakan dampaknya. Penentang juga menilai rencana ini dapat melemahkan permintaan institusional terhadap ETH dan mengguncang pasar imbal hasil staking.