Hyperliquid Alihkan Likuiditas Stablecoin ke USDC, USDH Tinggal US$20 Juta
Ringkasan Pasar AI
Likuiditas stablecoin Hyperliquid dengan cepat terkonsolidasi ke USDC, dengan USDH menyusut menjadi ~US$20 juta, menandakan para trader lebih memilih aset penyelesaian yang sudah mapan dan kumpulan jaminan yang lebih dalam. Hibah dari foundation dan jalur swap mengurangi friksi migrasi, membantu mempertahankan metrik aktivitas dan volume derivatif. Untuk HYPE, implikasi pasar utama adalah bahwa pembangkitan fee dan utilitas semakin bergantung pada likuiditas yang dipimpin USDC yang berkelanjutan dan throughput perdagangan yang terus berlangsung, alih-alih adopsi USDH.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
HYPE/USDT-1.88%
Wawasan AI · HYPE/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Likuiditas stablecoin di ekosistem Hyperliquid [HYPE] kian terkonsentrasi ke USD Coin [USDC], seiring pelaku pasar lebih memilih aset penyelesaian yang sudah mapan dan memiliki kedalaman likuiditas lebih besar dibanding stablecoin native USDH.
Hyperliquid Foundation menyiapkan sekitar US$10 juta dalam bentuk hibah untuk menutup biaya migrasi dan menjaga operasional protokol tetap lancar, mencakup HIP1, HIP3, HyperEVM, berbagai bridge, serta pasar native. Pengguna juga dapat menukar USDH ke USDC melalui jalur migrasi yang sama, sehingga proses transisi lebih mulus.
Data DeFiLlama menunjukkan USDC kini menjadi tulang punggung likuiditas stablecoin di Hyperliquid. Dari total pool stablecoin sebesar US$5,96 miliar, USDC menyumbang US$5,74 miliar. Kepemilikan USDH merosot tajam menjadi hanya US$20 juta, sementara Tether [USDT] berada di kisaran US$155 juta.
Komposisi ini menegaskan efek jaringan yang menguatkan dominasi USDC, menjadikannya agunan pilihan di pasar spot maupun perpetual. Jika aktivitas institusional terus meningkat, posisi USDC berpotensi semakin kuat. Di sisi lain, USDH perlu peningkatan utilitas yang signifikan untuk merebut kembali pangsa pasar.
Migrasi yang tertib ini berjalan seiring penguatan aktivitas onchain saat Hyperliquid memperluas model "USDC-first". Peralihan tersebut tidak mengganggu partisipasi pengguna; aktivitas bertahan di sekitar 6.932 Daily Active Addresses dan lebih dari 315.000 transaksi harian, menurut DeFiLlama. Volume perdagangan perpetual juga tetap dekat US$2,8 miliar, memperkuat posisi Hyperliquid di derivatif onchain.
Kenaikan aktivitas turut mendorong Annualized Fee Revenue ke level ratusan juta dolar AS per tahun, menciptakan nilai berulang bagi ekosistem. Aliran biaya semakin banyak terserap ke HYPE melalui staking, priority fees, buyback, dan insentif, bukan semata bertumpu pada spekulasi. Jika pertumbuhan volume perdagangan dan likuiditas USDC berjalan beriringan, kemampuan HYPE menangkap nilai jangka panjang dapat menguat. Jika aktivitas jaringan melambat, laju pertumbuhan pendapatan berpotensi menurun.
Ringkasan: Hyperliquid beralih dari USDH ke USDC untuk memperkuat likuiditas dan menopang pertumbuhan jaringan. Ke depan, ekspansi Hyperliquid akan bergantung pada keberlanjutan aktivitas trading, dengan penggunaan jaringan yang lebih tinggi mendukung pembentukan fee dan utilitas token.