Peretasan Coldcard Picu Lonjakan Transfer Bitcoin Mendekati Level Era FTX

Ringkasan Pasar AI
Cacat entropi firmware Coldcard dan pelacakan pencurian terkait (1.367 BTC tertaut ke gelombang serangan yang diduga) bertepatan dengan lonjakan transfer di bawah 1 BTC (39.600 BTC), yang tertinggi sejak periode pasca-FTX. Pola arus menunjukkan migrasi dompet yang bersifat defensif alih-alih akumulasi, menyoroti risiko operasional dan kustodian dalam alur kerja self-custody. Fokus pasar dalam jangka dekat bergeser ke respons keamanan, regenerasi seed, dan apakah dana yang dicuri bergerak menuju bursa.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-0.96%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Arus perpindahan Bitcoin dari pemilik beraset kecil melonjak ke level tertinggi sejak runtuhnya FTX, seiring munculnya kekhawatiran baru soal keamanan self-custody setelah terungkapnya celah firmware pada perangkat dompet hardware Coldcard. Data CryptoQuant menunjukkan transfer berukuran di bawah 1 BTC mencapai 39.600 BTC pada Jumat, menjadi total harian tertinggi sejak November 2022. Kepala riset CryptoQuant, Julio Moreno, menyebut angka ini nyaris menyamai 39.900 BTC yang tercatat pada 16 November 2022, tak lama setelah FTX mengajukan Chapter 11 pada 11 November 2022. Lonjakan terbaru hanya terpaut sekitar 300 BTC dari puncak saat itu. CryptoQuant tidak merinci tujuan setiap transfer, tetapi waktunya berbarengan dengan peringatan yang mengarah kepada pengguna Coldcard. Polanya dinilai lebih mencerminkan perpindahan dompet untuk tujuan defensif ketimbang akumulasi luas. Perbedaan ini penting karena deposit ke bursa bisa mengindikasikan niat jual, sedangkan perpindahan antar dompet lebih mungkin terkait tindakan pengamanan. Galaxy Research mengaitkan 1.367 BTC dengan tiga gelombang serangan yang diduga menargetkan alamat yang dihasilkan Coldcard. Dalam pelacakan awal, dana tersebut berasal dari 4.585 alamat terdampak. Gelombang ketiga disebut menguras 207,7 BTC dari 1.912 alamat pada 31 Juli hingga 1 Agustus. Galaxy memperkirakan total kerugian sekitar US$88,6 juta pada harga saat ini, dan menempatkannya di jajaran salah satu pencurian dompet Bitcoin terbesar yang terungkap pada 2026. Alex Thorn, kepala riset Galaxy Digital, mengatakan penyelidikan masih berjalan untuk mengidentifikasi korban dan alamat penyerang. Ia juga meminta pengguna yang terpapar segera memigrasikan dana dari seed yang berpotensi terdampak. Pada fase pelacakan awal, Bitcoin hasil curian disebut masih terkonsentrasi pada alamat yang dikendalikan penyerang, dan belum ada laporan deposit besar-besaran ke bursa dari dompet tersebut. Dari sisi penyebab, Coinkite merilis advisory keamanan pada 30 Juli setelah pengguna melaporkan dana hilang. Perusahaan menyatakan firmware tertentu menghasilkan seed dengan entropi yang tidak memadai. Advisory itu mencakup Coldcard Mk2 dan Mk3 pada firmware versi 4.0.1 hingga 4.1.9, serta sejumlah versi rilis terdahulu pada perangkat Mk4, Mk5, dan Q. Coinkite menegaskan pembaruan firmware dapat mencegah pembuatan seed yang tidak aman, tetapi tidak dapat memperbaiki seed yang sudah terlanjur dibuat dengan perangkat lunak terdampak. Tim Bitcoin Engineering and Security milik Block menelusuri masalah ini ke kesalahan integrasi random-number generator. Kode disebut memakai fallback perangkat lunak yang deterministik alih-alih sumber entropi hardware yang dimaksud. Block juga menyebut perangkat baru menambahkan entropi secure element, tetapi saat reseeding hanya mempertahankan 32 bit, sehingga ruang kandidat lebih kecil dari yang diasumsikan pengguna. Coinkite telah merilis firmware yang dikoreksi untuk seluruh model dan jalur rilis yang terdampak, serta menyarankan pengguna membuat seed baru setelah memasang versi perbaikan. Perusahaan juga menilai passphrase yang kuat sesuai Bitcoin Improvement Proposal 39 dapat mengurangi paparan dalam jangka pendek, tetapi tetap merekomendasikan migrasi karena passphrase tidak memperbaiki seed yang melemah. Peristiwa ini kembali memantik perdebatan self-custody versus ETF. CEO Casa, Nick Neuman, menolak anggapan bahwa self-custody gagal dan menilai kepemilikan yang tersebar memberi waktu bagi pengguna untuk bereaksi. Ia memperkirakan self-custody melindungi sekitar 10 kali lebih banyak Bitcoin dibanding yang berhasil dicuri, meski angkanya bersifat indikatif karena total saldo yang terpapar belum diketahui. Sebaliknya, analis ETF Bloomberg Eric Balchunas menyoroti bahwa produk dana Bitcoin menawarkan perlindungan yang lebih familier dan akses yang lebih sederhana bagi banyak investor. Perbandingan ini menekankan perbedaan antara eksposur aset dan kepemilikan langsung: pemegang unit dana memegang sekuritas yang diregulasi, sedangkan pengguna self-custody mengendalikan private key dan otoritas transaksi. Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$63.124 pada Minggu saat pengguna menilai ulang risiko self-custody. Pergerakan harga relatif terbatas meski transfer antar dompet meningkat. Coinkite menyatakan investigasi masih aktif dan akan menerbitkan tinjauan teknis resmi; laporan tersebut bersama pelacakan lanjutan dari Galaxy diperkirakan menjadi perkembangan berikutnya yang dapat diverifikasi.