Likuidasi Posisi Long Tembus US$315 Juta Saat Bitcoin Jatuh di Bawah US$60.000
Ringkasan Pasar AI
Pembersihan leverage yang tajam menghantam derivatif kripto saat BTC turun di bawah $60K, memicu likuidasi lebih dari $315M dalam 24 jam yang didominasi oleh posisi long. BTC menyumbang sekitar ~$152M dan ETH sekitar ~$148M, mencerminkan posisi long yang padat di tengah funding perpetual yang tinggi. Arus masuk BTC ke bursa kemungkinan memperkuat aksi jual spot, sementara likuidasi paksa secara mekanis memperdalam pergerakan tersebut. Penurunan open interest menunjukkan de-risking dalam jangka pendek dan berkurangnya bahan bakar spekulatif.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-1.94%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Pasar derivatif kripto mengalami tekanan pada Rabu. Dalam 24 jam, lebih dari US$315 juta posisi berleverage terlikuidasi paksa, dengan kerugian terbesar menimpa para trader long. Pelemahan Bitcoin yang menembus level dukungan US$60.000 menjadi pemicu, sementara tingginya penggunaan leverage mempercepat pergerakan.
Berdasarkan aset, Bitcoin mencatat likuidasi terbesar sebesar US$152 juta. Dari jumlah itu, 92,91% merupakan posisi long, menandakan banyak pelaku yang bertaruh harga terus naik terjebak ketika pasar berbalik.
Ethereum menyusul dengan likuidasi US$148 juta, di mana 84,3% berada di sisi long. Solana menambah sekitar US$15,17 juta, dengan kurang lebih 91% juga berasal dari posisi long.
Kondisi ini terkait erat dengan funding rate yang tinggi. Di pasar perpetual futures, funding rate adalah pembayaran berkala antara trader long dan short. Jika bertahan tinggi dalam periode yang lama, hal itu kerap menjadi sinyal posisi long sudah terlalu padat dan pasar menanggung leverage spekulatif yang besar.
Pemicu langsungnya adalah penurunan Bitcoin di bawah US$60.000. Menjelang kejadian, terjadi transfer Bitcoin dalam jumlah besar ke bursa terpusat, yang menambah tekanan jual. Umumnya, BTC yang masuk ke bursa mengindikasikan pemilik bersiap menjual, bukan menyimpan di cold storage.
Setelah itu, proses likuidasi membentuk efek berantai. Ketika posisi terlikuidasi, bursa menjual aset dasar untuk menutup kewajiban, harga terdorong turun, lalu memicu gelombang likuidasi berikutnya. Angka US$315 juta mencerminkan titik di mana rangkaian tersebut mereda sebelum pembeli kembali masuk.
Dari sisi skala, US$315 juta tergolong besar, tetapi bukan rekor. Pada 2021–2025, pasar kripto beberapa kali mencatat peristiwa likuidasi bernilai miliaran dolar AS, termasuk yang terkait runtuhnya Terra/LUNA, pembongkaran posisi di FTX, serta sejumlah fase "flush" leverage saat reli dan koreksi Bitcoin yang lebih volatil.
Pasca-likuidasi, open interest—nilai total kontrak derivatif yang masih terbuka—turun, mencerminkan proses pembersihan spekulasi berlebih. Open interest yang lebih rendah berarti bahan bakar untuk potensi kaskade berikutnya berkurang, setidaknya dalam jangka dekat.
Komposisi kerugian yang didominasi likuidasi long di atas 90% pada aset-aset utama menunjukkan struktur pasar yang terlalu condong ke satu sisi. Bagi investor yang mengamati dari luar, variabel kunci adalah seberapa cepat funding rate kembali naik. Jika funding rate cepat kembali tinggi, pasar berisiko belum menyerap pelajaran dan potensi "flush" berikutnya bisa terbentuk secara real time.