Celah Bridge Lintas-Chain Coreum–XRPL Picu Pencurian Sekitar 200.000 XRP
Ringkasan Pasar AI
Cacat logika verifikasi pada jembatan lintas-chain Coreum–XRPL dilaporkan memungkinkan penarikan tidak sah sekitar 200.000 XRP dalam waktu kurang dari dua jam, sehingga memicu penangguhan layanan bridging. Meskipun konsensus dan kunci XRPL tidak dikompromikan, insiden ini menyoroti risiko keamanan berkelanjutan pada lapisan jembatan dan dapat memperketat premi risiko di sekitar rute DeFi yang terkait XRP. Secara terpisah, penangkapan di Korea Selatan yang terkait dengan skema staking XRP palsu menegaskan ancaman rekayasa sosial yang terus berlangsung terhadap para pemegang.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
XRP/USDT-0.75%
Wawasan AI · XRP/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
CoinDesk melaporkan adanya kerentanan pada logika verifikasi di bridge lintas-chain yang menghubungkan Coreum dengan XRP Ledger (XRPL). Celah ini dimanfaatkan untuk menarik sekitar 200.000 XRP dalam rentang 97 menit.
Menurut analis pasar Xaif Crypto, pelaku tidak memperoleh private key maupun membobol XRPL. Eksploitasi terjadi pada logika relayer bridge yang memungkinkan penarikan tanpa otorisasi. Titik lemah berada pada proses verifikasi relay: perangkat lunak bridge disebut tidak memvalidasi alamat penerima yang sebenarnya dan justru mengandalkan keterangan transaksi untuk menentukan apakah sebuah deposit sah.
Kondisi tersebut berpotensi membuat transaksi palsu terbaca sebagai deposit yang valid, sehingga bridge melepaskan XRP asli. Dalam kejadian ini, pelaku diduga menjalankan 94 pembayaran berturut-turut dalam kira-kira 97 menit hingga sistem bridge merilis aset nyata. Infrastruktur penghubung Coreum dan XRPL yang terdampak, bukan mekanisme konsensus atau kriptografi dasar milik XRP Ledger.
Layanan bridging telah dihentikan sementara. Laporan menyebut bridge lintas-chain Coreum ditangguhkan sambil menunggu investigasi penuh dan laporan insiden. Analisis lanjutan diharapkan mengungkap detail cara celah dieksploitasi serta ke mana XRP yang dipindahkan mengalir.
Secara umum, bridge lintas-chain mengandalkan relayer dan sistem verifikasi untuk memastikan aset benar-benar sudah disetor di satu chain sebelum aset padanannya dilepas di chain lain. Ketika verifikasi gagal, penyerang tetap bisa menarik dana riil melalui bridge meski blockchain dasarnya berjalan normal.
Pengguna XRP juga dihadapkan pada risiko non-teknis. Laporan yang sama menyebut polisi Seoul di Korea Selatan menangkap tiga tersangka yang dituduh menipu 71 investor lewat proyek staking XRP Flare Network palsu, dengan nilai sekitar 3,4 juta XRP. XRP Ledger Foundation sebelumnya telah memperingatkan bahwa penipuan beredar di pasar, mengatasnamakan Ripple untuk "membagikan" imbalan XRP dan menjerat pengguna agar berpartisipasi melalui pemindaian dompet.
Dua peristiwa ini menegaskan bahwa risiko bagi pengguna XRP datang dari dua sisi: kerentanan perangkat lunak dan proyek tiruan serta penipuan rekayasa sosial. Bagi pelaku pasar, poin utamanya adalah kerugian yang disebut terjadi di lapisan bridge, bukan pada mainchain XRP Ledger. Seiring makin banyak aset mengalir melalui bridge, layanan kustodian, dan aplikasi pendukung, desain verifikasi infrastruktur semacam ini menjadi salah satu titik paling rentan dalam ekosistem kripto.