Celah Firmware Coldcard: Generasi Seed Bermasalah Sejak 2021 Terungkap
Ringkasan Pasar AI
Coldcard mengungkapkan dan menambal cacat RNG firmware yang telah berlangsung lama dan berpotensi menghasilkan seed Bitcoin dengan entropi yang berkurang sejak 2021; pembaruan firmware tidak memulihkan seed yang sudah dibuat sebelumnya, sehingga memerlukan migrasi dompet penuh. Laporan pencurian yang dikaitkan dengan isu ini meningkatkan risiko operasional self-custody dan dapat sementara meningkatkan aktivitas transfer on-chain saat pengguna merotasi dompet. Insiden ini juga menyoroti keterbatasan peninjauan open-source dan asumsi kepercayaan terhadap dompet perangkat keras.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-0.66%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Coldcard, salah satu merek dompet perangkat keras Bitcoin yang paling dipercaya, merilis pembaruan firmware untuk menambal kerentanan kritis pada proses pembuatan seed (benih) dompet. Masalahnya, pembaruan firmware saja tidak otomatis mengamankan pengguna. Bitcoin tetap perlu dipindahkan ke dompet baru yang dibuat dari seed baru.
Kerentanan ini berlangsung sejak firmware versi 4.0.1 yang dirilis pada Maret 2021. Dampaknya, seed dapat dihasilkan dengan entropi yang jauh lebih rendah dari semestinya. Artinya, proses angka acak yang seharusnya membuat kunci utama dompet nyaris mustahil ditebak ternyata lebih mudah diprediksi daripada perkiraan banyak pihak.
Akar masalahnya ada pada mekanisme RNG (random number generator) di firmware Coldcard yang menghasilkan seed phrase lebih mudah ditebak. Model yang terdampak meliputi Mk3, Mk4, Mk5, dan Q, khususnya perangkat yang menjalankan firmware yang dirilis setelah Maret 2021 dan sebelum patch 31 Juli 2026. Ini berarti lebih dari lima tahun potensi kompromi pada proses pembuatan seed di seluruh lini produk Coldcard.
Konsekuensinya disebut bukan sekadar risiko teoretis. Pencurian Bitcoin bernilai ratusan juta dolar AS dilaporkan terkait dengan kerentanan ini.
Coldcard merilis firmware perbaikan pada 31 Juli 2026, termasuk v5.6.0 untuk perangkat Mk4 dan Mk5, v1.5.0Q untuk model Q standar, serta v4.2.0 untuk Mk3. Seluruh rilis tersebut tersedia di repositori GitHub Coldcard di github.com/Coldcard/firmware, lengkap dengan kode sumber, advisori keamanan, dan change log.
Coldcard juga menegaskan: melakukan flash firmware baru memang wajib, tetapi tidak cukup. Seed yang sudah dibuat memakai proses RNG yang cacat tetap dianggap kompromi, terlepas dari firmware yang kini terpasang. Tindakan yang dibutuhkan adalah migrasi dompet penuh: buat seed baru di firmware yang sudah ditambal, lalu pindahkan seluruh Bitcoin ke alamat yang berasal dari seed baru tersebut.
Untuk meningkatkan keamanan selama migrasi, Coldcard merekomendasikan dua langkah mitigasi. Pertama, menggunakan lemparan dadu independen minimal 50 kali untuk menambahkan keacakan fisik saat menghasilkan seed. Kedua, menerapkan passphrase BIP39 yang kuat sebagai lapisan entropi tambahan di atas seed. Kedua metode ini membantu karena menambahkan sumber keacakan yang tidak bergantung pada RNG internal perangkat yang berpotensi bermasalah.
Di sisi lain, insiden ini menjadi sorotan bagi reputasi Coldcard sebagai standar emas self-custody Bitcoin. Perusahaan ini fokus pada Bitcoin, tidak mendukung altcoin, tidak mengejar integrasi DeFi, dan memosisikan produknya untuk pengguna Bitcoin yang serius. Kerentanan ini juga menegaskan tantangan dalam model keamanan open-source. Firmware Coldcard bersifat open source dan repositori GitHub-nya terbuka untuk ditinjau publik, tetapi cacat entropi ini tampaknya luput terdeteksi atau setidaknya tidak ditambal selama lebih dari lima tahun.