Celah Coldcard Picu Pencurian 594 BTC Lewat Pembuatan Seed yang Bisa Diprediksi
Ringkasan Pasar AI
Cacat kritis pada pembuatan seed Coldcard memungkinkan pencurian cepat sekitar 594 BTC dari sekitar 500 wallet, yang merusak kepercayaan terhadap keamanan hardware wallet dan praktik operasional seputar pembuatan seed. Meskipun pembaruan firmware darurat tersedia, seed yang telah dikompromikan tidak dapat diperbaiki secara langsung, sehingga memaksa pengguna memigrasikan dana dan berpotensi menciptakan churn on-chain dalam jangka dekat. Insiden ini juga memperluas cakupan audit ke materi kunci terkait, meningkatkan kesadaran risiko counterparty dan risiko kustodian di seluruh pasar kripto.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-2.74%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Ringkasnya: Seorang pelaku menguras sekitar 594 BTC senilai kurang lebih US$38 juta dari sekitar 500 dompet Coldcard dalam satu aksi terkoordinasi berdurasi 25 menit pada Jumat dini hari. Celah tersebut membuat perangkat melewati sumber acak berbasis hardware dan menghasilkan seed dari data chip yang dapat diprediksi, sehingga ruang rahasia yang semestinya membuat private key nyaris mustahil ditebak menjadi jauh menyempit. Coinkite merilis pembaruan firmware darurat, tetapi seed lemah yang sudah terlanjur dibuat tetap berisiko dan harus diganti; perusahaan menduga AI membantu mengungkap bug ini dalam skala besar.
Kerentanan pada hardware wallet Coldcard memungkinkan penyerang menguras sekitar 594 BTC dari sekitar 500 dompet single-signature hanya dalam 25 menit. Aksi "sweep" terjadi pada 01:31–01:56 UTC hari Jumat, memindahkan dana lewat sekitar 500 transaksi dalam rentang tiga blok, dengan kecepatan dan presisi yang mencolok. Perangkat yang dirancang untuk menjaga kunci tetap offline justru menghasilkan seed yang bisa dipersempit lalu ditebak.
Peneliti menelusuri 562 BTC mengalir ke satu alamat yang hingga kini belum bergerak. Sejumlah dompet korban juga terindikasi tidak aktif selama bertahun-tahun sebelum pencurian terkoordinasi ini dimulai.
Dalam peringatan keamanan untuk COLDCARD Mk3, Coinkite menyatakan pengguna yang membuat seed di Mk3 dengan firmware 4.0.1 atau lebih baru berpotensi terdampak. Model Mk4, Q, dan Mk5 disebut tidak terpengaruh berdasarkan analisis awal.
Sumber masalah ditelusuri ke firmware Coldcard yang diperkenalkan pada Maret 2021. Pengaturan build tertentu membuat perangkat melewati hardware randomness generator. Di saat yang sama, pemeriksaan pada library pendukung hanya memastikan pengaturan itu ada, bukan memastikan ia benar-benar aktif. Akibatnya, pembuatan kunci jatuh ke mekanisme software yang di-seed menggunakan nomor seri chip dan register clock—keduanya bukan rahasia dan tidak benar-benar sulit diprediksi oleh penyerang.
Dengan kondisi tersebut, ruang pencarian yang semestinya sangat besar untuk melindungi setiap dompet menyusut karena ditentukan oleh data perangkat yang dapat ditebak. Tingkat paparan bergantung pada firmware yang berjalan ketika dompet dibuat, bukan kapan perangkat kerasnya dibeli.
Coinkite mengimbau pengguna Mk3 yang membuat seed pada firmware 4.0.1 atau lebih baru untuk segera bertindak, sembari menekankan kesimpulan mengenai model yang lebih baru masih bersifat sementara. Perusahaan merilis pembaruan darurat untuk perangkat Mk4, Mk5, dan Q. Meski begitu, memasang firmware yang sudah ditambal tidak dapat memperkuat seed yang sudah dihasilkan dalam kondisi rentan. Pemilik harus membuat seed baru dan memindahkan dana, karena pembaruan software tidak bisa "menulis ulang" keacakan yang sudah terkompromi.
Langkah mitigasi yang direkomendasikan mencakup penggunaan BIP39 passphrase yang kuat, minimal 99 kali lemparan dadu, atau kombinasi keduanya. Untuk pengguna Mk3 yang tidak didukung, proses migrasi disebut terpisah dan berpotensi lebih rumit agar sisa saldo dapat diamankan dengan aman.
Pabrikan menduga penyerang mungkin memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meninjau versi lama firmware open-source dan menemukan celah tersebut. Dugaan ini belum merupakan atribusi yang terkonfirmasi. Coinkite juga menyebut ironinya: audit internal berbantuan AI yang dilakukan beberapa minggu sebelumnya tidak menemukan masalah serius. Insiden ini menyoroti bagaimana alat analisis yang sama bisa memperkuat pertahanan atau mempercepat eksploitasi.
Di luar seed dompet, generator yang cacat tersebut juga berpotensi memengaruhi paper wallet keys, seed-splitting masks, cloning keys, serta Key Teleport transfers. Artinya, tinjauan keamanan masih meluas melampaui 594 BTC yang sudah dicuri dari ratusan korban.