Brian Armstrong: RUU CLARITY Mandek di Senat, SEC dan CFTC Diperkirakan Susun Aturan Kripto yang Lebih Jelas
Ringkasan Pasar AI
CEO Coinbase Brian Armstrong mengatakan bahwa Undang-Undang CLARITY gagal melaju di Senat, sehingga meningkatkan ketidakpastian jangka dekat seputar legislasi struktur pasar kripto AS. Ia berpendapat SEC dan CFTC masih dapat menyusun aturan berdasarkan kewenangan yang ada, yang mengisyaratkan pergeseran menuju kejelasan yang dipimpin lembaga alih-alih tindakan Kongres. Ia juga mencatat bahwa Undang-Undang GENIUS secara efektif membentuk aturan stablecoin. Judul utamanya beragam: momentum kebijakan melambat, tetapi kejelasan regulasi masih dapat terus maju.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-2.46%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Odaily Planet Daily melaporkan, CEO Coinbase Brian Armstrong menulis di X bahwa ia kecewa karena RUU CLARITY tidak berhasil melaju di Senat pada hari ini. Menurutnya, pembahasan lintas partai masih mungkin berlanjut dan rancangan tersebut bisa diajukan kembali di kemudian hari, tetapi industri tidak bisa terus menunggu Kongres.
Armstrong menilai SEC dan CFTC memiliki kewenangan dalam mandat yang sudah ada untuk menetapkan aturan yang jelas. Ia memperkirakan kedua lembaga akan mulai mendorong pekerjaan terkait secara lebih serius, sehingga kepastian regulasi untuk aset kripto tetap akan terwujud.
Ia juga mengatakan GENIUS Act telah menjadi "hukum de facto" di sektor stablecoin, dengan ketentuan yang lebih longgar terkait reward. Armstrong menambahkan bahwa tim perumus membuat konsesi yang tidak dapat diterima dalam RUU CLARITY, dan kegagalan RUU tersebut untuk maju mungkin justru menjadi hasil terbaik.
Armstrong menegaskan kripto tidak bisa dihapus. Seiring regulator semakin memperjelas aturan, para pemangku kepentingan akan terus mendorong pembaruan sistem keuangan.