CLARITY Act Gagal Lolos Voting Prosedural di Senat, Saham Circle Anjlok 11%

Ringkasan Pasar AI
Kegagalan CLARITY Act untuk meloloskan pemungutan suara cloture di Senat menjaga ketidakpastian struktur pasar kripto AS tetap tinggi, mempertahankan beban kepatuhan SEC/CFTC yang tumpang tindih bagi bursa dan penerbit token. Circle, yang dipandang sebagai proksi utama di pasar publik untuk perbaikan regulasi stablecoin dan peluang distribusi bank/pembayaran, turun tajam atas berita tersebut. Kemunduran ini dapat membalikkan positioning yang telah mendukung sejumlah aset kripto terpilih menjelang pemungutan suara dan memperpanjang premi risiko regulasi.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSKCRCL2USD/USDT-12.56%
Wawasan AI · NCSKCRCL2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
RUU CLARITY Act gagal melewati voting prosedural di Senat pada Selasa, setelah perolehan suara tidak mencapai ambang 60 suara yang dibutuhkan untuk membawa rancangan aturan struktur pasar kripto itu ke tahap pembahasan di lantai Senat. Saham Circle Internet Group (CRCL) turun 11,61% ke US$86,11 pada pukul 14.42 ET. Penerbit stablecoin tersebut selama ini dinilai sebagai proksi paling jelas di pasar saham untuk mengukur peluang lolosnya RUU. Voting yang dilakukan adalah cloture, yakni mekanisme untuk menutup debat agar RUU dapat melaju ke tahap berikutnya. Prosedur ini mensyaratkan 60 dari 100 senator. Begitu 41 senator memilih "tidak", pengajuan cloture otomatis gugur. RUU yang bernama resmi Digital Asset Market Clarity Act itu akan membagi kewenangan pengawasan aset digital antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). DPR telah meloloskannya pada 2025. Upaya di Senat dipimpin oleh Senator Cynthia Lummis, John Boozman, dan Tim Scott. BeInCrypto melaporkan beberapa jam sebelumnya bahwa draf revisi RUU menghadapi penolakan dari asosiasi dagang perbankan, 18 jaksa agung negara bagian, serta Senator Elizabeth Warren. Partai Republik merilis teks tersebut pada akhir pekan dan menyebutnya sebagai penawaran final kepada Demokrat. Tanpa payung hukum baru, bursa dan penerbit token tetap harus memenuhi tuntutan kepatuhan dari kedua regulator secara bersamaan. Beban kepatuhan ganda inilah yang dijanjikan akan dihapus oleh RUU. Circle menerbitkan USD Coin (USDC), stablecoin berpatokan dolar AS terbesar kedua. Investor menilai kejelasan aturan federal dapat membuka peluang kerja sama distribusi yang lebih luas dengan bank dan perusahaan pembayaran. Menjelang voting, sejumlah aset kripto sempat menguat. XRP dan Stellar naik pada Senin ketika pelaku pasar mengambil posisi dengan asumsi RUU akan lolos. Kekalahan ini belum menutup peluang RUU sepenuhnya. Pimpinan Senat masih dapat menjadwalkan voting cloture ulang, meski tidak ada kewajiban untuk melakukannya sebelum akhir tahun.