CFTC Ajukan Rancangan Aturan Pasar Kripto ke Gedung Putih untuk Ditinjau
Ringkasan Pasar AI
CFTC telah mengajukan paket perumusan aturan pasar dan transaksi kripto ke Gedung Putih untuk peninjauan EO 12866, yang menandakan bahwa lembaga tersebut mungkin akan mengejar pengawasan melalui kewenangan Dodd-Frank yang ada meskipun kemajuan di Senat terkait CLARITY Act terhenti. Dengan teks yang masih belum dipublikasikan pada tahap praperaturan, dampak jangka pendeknya adalah meningkatnya ketidakpastian regulasi dan risiko proses bagi venue perdagangan dan perantara di AS, di samping adanya garis waktu yang lebih jelas untuk pengawasan federal yang akan datang.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+4.12%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengajukan rancangan pembuatan aturan untuk mengatur transaksi aset kripto dan pasar terkait ke Gedung Putih guna menjalani peninjauan regulasi. Pengajuan bertanggal 17 September itu tercatat di portal regulasi federal reginfo.gov dengan RIN 3038AF80 dan judul "Regulation Crypto Asset Transactions and Regulation Crypto Asset Markets".
Masuknya dokumen tersebut ke proses peninjauan eksekutif tanpa adanya naskah final yang dipublikasikan menjadi sinyal paling jelas sejauh ini bahwa CFTC berniat menyusun aturan pasar kripto dengan kewenangannya sendiri.
Pada laman ringkasan reginfo.gov, CFTC tercantum sebagai lembaga penanggung jawab dan statusnya berada pada tahap "prerule", tanpa tenggat hukum yang melekat. Aksi ini ditandai terkait DoddFrank Wall Street Reform and Consumer Protection Act, tetapi tidak diklasifikasikan sebagai berdampak ekonomi signifikan dan tidak mencatat dampak internasional.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari proses perintah eksekutif EO 12866, yang mengalirkan rancangan aturan lembaga federal melalui Gedung Putih sebelum secara resmi diajukan. Judul ganda mengindikasikan CFTC menarget dua ranah sekaligus: transaksi yang dilakukan pengguna dalam aset kripto dan struktur pasar tempat aset tersebut diperdagangkan. Reginfo.gov tidak memuat teks rancangan, sehingga definisi dan kewajiban yang akan diatur belum diketahui.
Pengajuan ini muncul pada pekan yang sama ketika Senat gagal meloloskan langkah lanjutan untuk CLARITY Act—RUU yang akan memberikan kewenangan utama kepada CFTC atas pasar spot aset digital—dalam pemungutan suara cloture 49–50. Dengan jalur legislasi itu tertahan, pengajuan baru ini menunjukkan CFTC memilih melaju lewat kewenangan rulemaking yang sudah dimilikinya, alih-alih menunggu Kongres memperjelas mandat kriptonya.
Karena masih berada di tahap prerule, Office of Information and Regulatory Affairs (OIRA) di Gedung Putih akan meninjaunya sebelum usulan apa pun bisa masuk Federal Register untuk menerima komentar publik. Artinya, aturan pasar kripto ini masih berupa rancangan yang sedang ditelaah, sementara rincian terkait pendaftaran, kustodi, dan pengawasan pasar masih akan ditentukan.
Pelaku industri selama ini menuntut kejelasan aturan federal mengenai pengawasan pasar aset digital, dan pengajuan ini memberi tonggak yang lebih konkret untuk ditanggapi. Langkah tersebut juga memperdalam jejak CFTC di sektor kripto, setelah sebelumnya komisi memperluas noaction relief bagi penyedia perangkat lunak kripto pasif. Jika kelak proposal final diajukan, proses komentar publik dapat membentuk cara bursa dan perantara di AS menangani aset digital.