CFTC Izinkan Perusahaan Komoditas AS Berinvestasi pada Aset Tertokenisasi, Catatan Blockchain Diakui

Ringkasan Pasar AI
Panduan terbaru CFTC memperlakukan aset yang ditokenisasi sebagai investasi yang diperbolehkan ketika aset tersebut memberikan hak hukum/ekonomi yang setara, dan secara eksplisit menerima catatan blockchain untuk pencatatan kepatuhan regulasi. Hal ini mengurangi friksi operasional dan kepatuhan bagi perantara derivatif yang diatur CFTC yang mengintegrasikan agunan yang ditokenisasi dan alur kerja onchain. Dengan Kongres masih buntu terkait legislasi struktur pasar yang lebih luas, langkah ini memberikan kejelasan regulasi tambahan secara bertahap, mendukung adopsi institusional dan kepercayaan jangka pendek di seluruh infrastruktur pasar terkait kripto.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-0.32%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) kembali menegaskan sikap terbukanya terhadap aktivitas kripto dan blockchain di ranah derivatif. Dalam panduan terbaru yang dirilis Kamis, CFTC menyatakan perusahaan yang berada di bawah pengawasannya dapat menginvestasikan dana nasabah pada bentuk token dari aset yang sudah masuk kategori instrumen investasi yang diizinkan. Regulator menekankan, token tersebut harus memberikan hak hukum dan ekonomi yang sama atau secara fungsional setara dengan kepemilikan aset dalam format tradisional. Perusahaan juga wajib memastikan aset disimpan dengan semestinya. CFTC turut memperjelas penggunaan blockchain sebagai catatan transaksi resmi. Staf lembaga menyatakan tidak keberatan bila entitas pencatatan memakai teknologi blockchain atau distributed ledger untuk membuat dan memelihara catatan onchain guna memenuhi kewajiban pembukuan. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh regulasi CFTC yang mengatur pencatatan dan pemeliharaan data pengawasan. Jika perusahaan menggunakan jaringan privat, catatan offchain bisa jadi tidak diperlukan. Untuk blockchain publik tanpa izin (permissionless), pelaku usaha teregulasi diminta membangun sistem dan kontrol agar mampu menyimpan dan menyajikan catatan setiap saat, termasuk saat terjadi keadaan darurat atau gangguan jaringan. CFTC belakangan mempercepat penyusunan kebijakan, baik dengan memperbarui tafsir aturan yang ada agar lebih ramah kripto maupun merancang aturan baru. Dorongan ini menguat setelah Senat AS pekan lalu gagal melanjutkan pembahasan Digital Asset Market Clarity Act, rancangan yang akan membentuk rezim regulasi industri aset digital di AS, termasuk memberi CFTC kewenangan atas pasar spot kripto yang hingga kini masih menjadi celah pengawasan. "Saya senang melihat staf memperbarui daftar pertanyaan yang sering diajukan ini sejalan dengan upaya berkelanjutan lembaga untuk memberikan kejelasan regulasi bagi industri kripto," kata Ketua CFTC Mike Selig dalam pernyataan.