Ketua CFTC Siapkan Kerangka Pasar Kripto Lewat Kewenangan yang Ada Saat Clarity Act Tertahan

Ringkasan Pasar AI
Ketua CFTC Selig mengisyaratkan bahwa lembaga tersebut dapat menggunakan kewenangan yang ada untuk dengan cepat mengusulkan aturan pasar kripto jika Clarity Act tetap mandek, sehingga meningkatkan peluang adanya kerangka regulasi dalam jangka lebih dekat untuk bursa dan tata kelola perilaku pasar, termasuk ketentuan margin/leverage yang berpotensi diterapkan. Secara bersamaan, permintaan ETF yang kuat (BTC +$606m, ETH +$219m) dan likuidasi posisi short yang besar menunjukkan bahwa positioning semakin ketat dan selera risiko membaik dalam jangka dekat.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+6.45%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Huo Xing Finance melaporkan, Ketua Commodity Futures Trading Commission (CFTC) AS Michael Selig mengatakan bahwa bila Clarity Act terus tertahan akibat filibuster dari Partai Demokrat, CFTC akan memanfaatkan kewenangan yang sudah dimiliki untuk mulai membangun kerangka regulasi bagi pasar aset kripto. Ia juga telah menginstruksikan staf agar mempercepat penyusunan usulan aturan formal. Selig meminta staf mengkaji kemungkinan memasukkan struktur pasar aset digital ke dalam aturan CFTC. Langkah ini berpotensi menempatkan entitas yang saat ini sudah terdaftar di CFTC maupun bursa kripto yang belum terdaftar ke dalam cakupan pengawasan. Aturan khusus aset digital juga dapat membuka ruang bagi perdagangan dengan leverage dan margin. Di sisi pasar, ETF Bitcoin mencatat arus masuk bersih US$606 juta, tertinggi untuk satu hari sejak 1 Mei. ETF Ethereum membukukan arus masuk bersih US$219 juta, tertinggi sejak September 2025. Dalam 24 jam terakhir, likuidasi posisi short di pasar kripto melampaui US$1,2 miliar, dan mendekati US$5 miliar dalam dua hari terakhir.