Trump Peringatkan Iran Soal Aktivitas Nuklir di "Pickaxe Mountain" saat Ketegangan Selat Hormuz Memanas
Ringkasan Pasar AI
Meningkatnya ketegangan AS-Iran dan laporan serangan di sekitar Selat Hormuz, sebuah titik sempit yang menjadi jalur sekitar 20% pengiriman minyak global, telah meningkatkan risiko gangguan pasokan dalam waktu dekat. Peringatan Trump terkait dugaan aktivitas di lokasi nuklir menambah risiko ekor geopolitik. Lonjakan Brent di atas $100 dan perdagangannya di sekitar $99 mencerminkan premi risiko yang lebih tajam, yang kemungkinan akan meningkatkan volatilitas di seluruh sektor energi, aset yang sensitif terhadap inflasi, dan sentimen risiko.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT+0.40%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Huo Xing Finance melaporkan: Pada 9 September waktu setempat, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak melanjutkan aktivitas di lokasi yang diduga terkait nuklir, "Pickaxe Mountain". Trump menegaskan AS akan merespons "sangat keras" bila kegiatan itu berlanjut, seraya menyebut Washington telah mengamati adanya "aktivitas" terbaru di area tersebut.
Analisis citra satelit terbaru dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan lalu lintas jalan menuju Pickaxe Mountain tahun ini mencapai level tertinggi sepanjang masa, disertai peningkatan aktivitas konstruksi yang terlihat jelas. Menurut CSIS, lokasi itu kemungkinan telah beralih dari tahap penggalian bawah tanah ke pembangunan internal serta penguatan perimeter. Area tersebut berjarak sekitar 2 kilometer dari fasilitas nuklir Natanz yang mengalami kerusakan berat, tetapi CSIS belum dapat memastikan apakah Iran memindahkan peralatan nuklir seperti sentrifugal ke sana.
Pada saat yang sama, ketegangan di sekitar Selat Hormuz terus meningkat. Iran mengklaim telah meluncurkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Yordania serta menyerang sepuluh kapal di dekat Selat Hormuz. U.S. Central Command menyatakan pihaknya menghancurkan lima kapal tanker minyak milik Iran sebagai respons atas dua serangan rudal balistik oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran terhadap kapal perang AS.
Selat Hormuz mengalirkan sekitar 20% pengiriman minyak global. Rangkaian serangan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan. Minyak mentah Brent sempat menembus US$100 per barel dan kini diperdagangkan di US$99,19. Trump juga mengatakan perang AS-Iran mungkin baru berakhir setelah pemilu paruh waktu November, serta mengklaim Iran "tidak akan mampu bertahan lebih lama".