Ketegangan AS-Iran memanas, Brent mendekati US$100 per barel

Ringkasan Pasar AI
Bentrok militer AS-Iran yang meningkat dan laporan serangan terhadap kapal tanker minyak Iran secara material meningkatkan risiko gangguan pasokan di Timur Tengah. Peringatan Iran kepada pelayaran di dekat Kuwait dan Bahrain menambah premi keamanan transportasi, sementara aktivitas rudal memperluas tail-risk regional. Brent dan WTI bereaksi segera, dengan Brent sempat mendekati $100 dan ditutup mendekati $98, memperketat kondisi energi dan meningkatkan sensitivitas inflasi lintas aset.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT+1.49%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
BlockBeats melaporkan pada 9 September, mengutip The Wall Street Journal, pejabat AS menyatakan militer AS melancarkan serangan baru pada Selasa terhadap sebuah kapal tanker minyak Iran. Langkah tersebut disebut sebagai respons langsung atas serangan terbaru Teheran terhadap kapal perang AS di Timur Tengah. AS mengklaim pasukannya telah menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah Iran. Dalam dua hari terakhir, Garda Revolusi Iran sebelumnya meluncurkan dua serangan rudal balistik ke arah sebuah kapal perang Angkatan Laut AS. Kapal tersebut dilaporkan berhasil menghindari serangan, tetap melanjutkan patroli di perairan kawasan, dan tidak ada personel AS yang terluka. Iran juga memperingatkan bahwa sebagai balasan atas serangan AS terhadap sejumlah tanker Iran, Teheran akan mengeluarkan peringatan kepada seluruh tanker yang bersandar atau berlabuh di pelabuhan serta area labuh Kuwait dan Bahrain. Iran menuntut awak segera mengevakuasi kapal, dengan alasan kapal-kapal itu akan menjadi sasaran. Dalam aksi pembalasan berikutnya, rudal Iran menghantam target AS di wilayah Yordania. Yordania menyebut Iran meluncurkan 20 rudal balistik ke wilayahnya. Perkembangan ini mendorong harga minyak. Brent berjangka pada Selasa naik ke level tertinggi sejak akhir Juli, ditutup mendekati US$98 per barel dan sempat menyentuh area US$100 selama perdagangan. WTI berjangka ditutup mendekati US$93 per barel, tertinggi sejak awal Juni.