Anggota hawkish BOJ dorong kenaikan suku bunga lebih cepat; pasar mengincar kenaikan 25 bps
Ringkasan Pasar AI
Dorongan hawkish dari seorang anggota dewan kebijakan BOJ untuk menyelesaikan suku bunga riil negatif dan berpotensi mempercepat kenaikan suku bunga memperkuat ekspektasi kenaikan 25bp minggu depan dan kemungkinan pengetatan lanjutan. Pemulihan yen dan level tertinggi 30 tahun pada imbal hasil JGB tenor 10 tahun menandakan repricing cepat terhadap jalur normalisasi Jepang, dengan efek rambatan ke durasi global, kondisi pendanaan FX, dan sentimen risiko melalui suku bunga Jepang yang lebih tinggi dan JPY yang lebih kuat.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCFXUSD2JPY/USDT+0.51%
Wawasan AI · NCFXUSD2JPY/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut Huoxing Finance, pada 10 September Kazuyuki Masuda, anggota Komite Kebijakan Moneter Bank of Japan (BOJ), menyatakan pada Kamis bahwa Jepang tidak lagi berada dalam deflasi. Ia menilai bank sentral perlu segera mengatasi suku bunga riil negatif sembari melanjutkan kenaikan suku bunga kebijakan.
Masuda memperingatkan, bila inflasi inti melonjak jauh melampaui 2%, BOJ bisa dipaksa mempercepat laju kenaikan suku bunga. Pelaku pasar saat ini memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1,25% pada rapat pekan depan. Sejumlah trader bahkan berspekulasi BOJ dapat memberi sinyal kenaikan lanjutan pada Oktober.
Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Bessent mengatakan dirinya "cukup memahami" langkah BOJ berikutnya, yang kian menguatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Di pasar valuta asing, yen telah bangkit dari level terendah mendekati 164 pada Juli ke sekitar 153,5, menyentuh level tertinggi enam bulan. Stefan Angrick, Kepala Ekonomi Asia-Pasifik Moody's, menilai pernyataan hawkish Masuda sebagai sinyal tambahan arah BOJ menuju pengetatan, dan memperkirakan bank sentral pada akhirnya bisa meningkatkan frekuensi penyesuaian suku bunga menjadi setiap tiga bulan.
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun telah menembus 3%, tertinggi dalam sekitar 30 tahun. Kenaikan ini mengindikasikan pasar sedang cepat menilai ulang implikasi normalisasi kebijakan moneter Jepang terhadap harga aset.