BOJ Pertahankan Suku Bunga 1% saat Inflasi Mendasar Mendekati 2%
Ringkasan Pasar AI
BOJ mempertahankan suku bunga kebijakannya di 1% sesuai ekspektasi, sembari memberi sinyal bias pengetatan yang berlanjut seiring inflasi dasar mendekati 2% dan keseimbangan risiko membaik. Sebuah dissent yang mendukung kenaikan segera 25 bp menyoroti meningkatnya sensitivitas terhadap inflasi yang cenderung naik dan kondisi keuangan global. Proyeksi yang diperbarui sedikit menaikkan pertumbuhan FY2026 dan memangkas CPI, sehingga suku bunga JPY dan volatilitas lintas mata uang tetap menjadi fokus.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCFXAUD2JPY/USDT-0.97%
Wawasan AI · NCFXAUD2JPY/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
BlockBeats melaporkan, 31 Juli Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga kebijakan di 1% sesuai ekspektasi pasar. Bulan lalu, BOJ menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi sejak 1995.
Anggota dewan kebijakan BOJ, Sō Takada, menyatakan dissent dan mendukung kenaikan 25 basis poin. Ia menilai kondisi telah memasuki fase baru sehingga BOJ perlu bersikap lebih fleksibel untuk merespons risiko inflasi yang cenderung naik serta perubahan lingkungan keuangan global.
BOJ menegaskan akan terus menaikkan suku bunga sejalan dengan perkembangan ekonomi dan harga serta kondisi keuangan. BOJ menilai inflasi mendasar telah mendekati 2%, kondisi keuangan masih akomodatif, sementara risiko penurunan signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan risiko kenaikan signifikan terhadap harga sama-sama mereda.
Dalam proyeksi ekonomi terbarunya, BOJ menurunkan perkiraan core CPI tahun fiskal 2026 dari 2,8% menjadi 2,5% dan menaikkan proyeksi pertumbuhan PDB tahun fiskal 2026 dari 0,5% menjadi 0,6%. (Kitco)