BlackRock Pangkas Minimum Konversi In-Kind IBIT Jadi US$1 Juta
Ringkasan Pasar AI
BlackRock menurunkan minimum konversi in-kind IBIT menjadi $1M dari $25M, memperluas akses di luar market maker tingkat teratas dan memungkinkan arbitrase yang lebih sering antara saham IBIT dan bitcoin spot. Hal ini seharusnya meningkatkan tracking, memperdalam likuiditas pasar sekunder, dan mempersempit spread bid'ask. Perubahan ini memperkuat arus masuk ETF Bitcoin spot yang terus kuat, meningkatkan permintaan struktural dan membuat IBIT lebih kompetitif dibandingkan alternatif dengan biaya lebih tinggi.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-1.21%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
BlackRock memangkas batas minimum konversi in-kind pada iShares Bitcoin Trust (IBIT) menjadi US$1 juta, turun 96% dari ambang sebelumnya US$25 juta. Langkah ini memperluas akses mekanisme penebusan (redemption) bagi lebih banyak pelaku pasar.
Kepala aset digital BlackRock, Robbie Mitchnick, mengonfirmasi perubahan tersebut dalam wawancara di Bloomberg Television kemarin. Ia menyatakan bahwa pertukaran in-kind bitcoin (BTC) menjadi saham IBIT kini dapat dilakukan dengan minimum US$1 juta, dibanding sebelumnya US$25 juta.
Konversi in-kind memungkinkan authorized participant menyerahkan bitcoin aktual dan menerima saham IBIT, alih-alih menyelesaikan transaksi dengan kas. Authorized participant umumnya adalah bank besar atau perusahaan perdagangan yang berlisensi untuk membuat dan menebus unit ETF langsung dengan penerbit. Regulator memberi lampu hijau kepada BlackRock dan penerbit lain untuk menyediakan mekanisme ini pada spot bitcoin ETF mereka lebih awal pada 2026, dan sejak itu iShares Bitcoin Trust secara bertahap memperluas pihak yang dapat memanfaatkannya.
Pada level US$25 juta, fasilitas ini pada praktiknya hanya relevan bagi market maker besar dan meja perdagangan institusi yang sanggup memindahkan bitcoin dalam jumlah besar sekaligus. Penurunan ke US$1 juta membuka peluang bagi lebih banyak authorized participant serta institusi berukuran menengah.
Dampak utamanya adalah pelacakan harga yang lebih rapat antara saham IBIT dan harga spot bitcoin. Dengan lebih banyak pihak yang bisa melakukan arbitrase langsung antara dana dan aset dasarnya, selisih harga berpotensi terkoreksi lebih cepat. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan likuiditas di pasar sekunder dan mempersempit bid-ask spread seiring waktu, yang menguntungkan pemegang saham IBIT.
Ada pula aspek pajak: konversi bitcoin langsung menjadi saham IBIT secara in-kind dapat menghindari pemicu peristiwa pajak yang biasanya muncul jika institusi harus menjual aset menjadi kas terlebih dahulu. Keunggulan struktural ini tidak dimiliki ETF yang berbasis penyelesaian kas.
BlackRock juga menyampaikan niat untuk terus menurunkan ambang tersebut. Mitchnick sebelumnya mengatakan perusahaan berharap pada akhirnya membuat konversi in-kind tersedia untuk "ukuran transaksi berapa pun".
Pemangkasan minimum ini terjadi di tengah periode arus masuk yang kuat untuk produk unggulan bitcoin BlackRock. IBIT mencatat inflow US$479 juta dalam rentang tiga hari pekan lalu, setara sekitar 76% dari total inflow spot bitcoin ETF pada periode tersebut.
Secara agregat, spot bitcoin ETF membukukan lima hari berturut-turut net inflow pada awal Agustus, dengan total lebih dari US$750 juta dalam sepekan, meski harga bitcoin berfluktuasi di bawah US$65.000.
Kontras dengan Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) kian menonjol. Sejak beralih menjadi ETF pada 2024, GBTC membukukan outflow kumulatif sekitar US$27,47 miliar, seiring investor berpindah ke produk berbiaya lebih rendah seperti IBIT.
Mekanisme in-kind yang lebih murah dan lebih likuid memberi BlackRock keunggulan tambahan dalam persaingan tersebut, terutama karena institusi yang sudah memegang bitcoin secara langsung kini dapat beralih ke saham IBIT dengan lebih efisien tanpa harus melikuidasi posisi menjadi kas.
Sejak diluncurkan pada Januari 2024, IBIT tumbuh menjadi spot bitcoin ETF terbesar berdasarkan aset. BlackRock juga menempatkannya sebagai produk andalan dalam ekspansi aset digital yang mencakup ETF ether dan portofolio inisiatif tokenisasi yang terus berkembang.
Ke depan, penurunan minimum ini diperkirakan bukan perubahan terakhir pada mekanisme IBIT. Analis menilai BlackRock dan penerbit pesaing akan terus menyempurnakan proses creation dan redemption seiring pasar spot bitcoin ETF makin matang dan volume perdagangan harian meningkat. Sejumlah pengamat juga menyoroti meningkatnya aktivitas in-kind sebagai metrik penting, karena porsi kreasi dan penebusan berbasis in-kind yang lebih besar dibanding kas umumnya dipandang sebagai sinyal struktur pasar yang lebih efisien dan kian dewasa.