Bitcoin Tembus Rata-Rata Bergerak Tahunan di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga
Ringkasan Pasar AI
Bitcoin telah merebut kembali rata-rata bergerak 365 harinya setelah memantul ~8% dari level terendah pasca-Fed, menandakan postur teknikal yang membaik meskipun likuiditas global yang lebih ketat, rancangan undang-undang kripto AS yang gagal (CLARITY Act), dan kenaikan suku bunga BOJ. Data on-chain menunjukkan peningkatan pasokan pemegang jangka panjang seiring penurunan pasokan jangka pendek, selaras dengan akumulasi yang berkelanjutan. Risiko tetap ada dari aktivitas perdagangan yang lesu, potensi kenaikan suku bunga di masa depan, dan Indeks Dolar AS yang lebih kuat yang membebani aset berisiko.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-0.98%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bitcoin (BTC) menguat 8,10% sejak mencetak titik terendah Rabu di US$75.064. Pelemahan tersebut muncul setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps. Pemantulan dari level rendah itu mengindikasikan koreksi dari area US$82 ribu pada awal September lebih banyak dipicu pasar yang mengantisipasi meningkatnya peluang kenaikan suku bunga.
Pada saat penulisan, rata-rata bergerak tahunan (365 hari) berada di US$80.701. Pemulihan BTC dari area US$60 ribu pada Juli, disusul kenaikan terbaru dari sekitar US$76 ribu, mendorong harga kembali di atas MA 365 hari untuk pertama kalinya sejak November 2025.
Kondisi ini dipandang sebagai kemenangan penting bagi kubu bullish, terutama karena terjadi di tengah sejumlah sentimen negatif: RUU CLARITY Act gagal lolos di Senat, likuiditas bergerak menuju pengetatan seiring inflasi, dan pasar menghadapi potensi rangkaian kenaikan suku bunga pada 2027. Bank of Japan juga telah menaikkan suku bunga. Meski diterpa kabar-kabar tersebut, BTC masih mampu bertahan dan melanjutkan kenaikan. Peneliti kripto Bull Theory di X menilai pola ini mengingatkan pada fase dasar pasar pada 2023.
Data CryptoQuant menunjukkan total pasokan yang dipegang long-term holder terus meningkat sejak Februari, sementara pasokan short-term holder (koin berusia 155 hari atau kurang) menurun. Analis kripto Funding Vest di CryptoQuant menyebutnya sebagai fase akumulasi yang memecahkan rekor, mencerminkan "weak hands" tersingkir dari pasar saat pemegang berkeyakinan tinggi terus menambah posisi. Jika harga berlanjut naik, kondisi ini berpotensi memperketat suplai dan memicu "supply shock".
Meski begitu, ada beberapa sinyal yang perlu dicermati. Analis Joao Wedson menilai aktivitas perdagangan masih relatif sepi dibandingkan level pada bull market sebelumnya, yang bisa mencerminkan partisipasi ritel yang lebih lemah. Saat ini Bitcoin juga masih dalam proses menembus tren bearish dan belum tentu sepenuhnya beralih ke fase bull run. Selain itu, rencana kenaikan suku bunga berikutnya serta penguatan U.S. Dollar Index berpotensi menjadi tekanan bagi aset berisiko.
Ringkasnya, Bitcoin telah kembali melampaui rata-rata bergerak tahunan untuk pertama kalinya sejak November 2025. Ketahanan harga di tengah rangkaian berita negatif memperkuat indikasi bahwa kondisi dasar pasar masih cenderung bullish.