Bitcoin Tembus US$86 Ribu, FOMO Sentuh Level Tertinggi Dua Tahun

Ringkasan Pasar AI
BTC melanjutkan kenaikan hingga ~$86,4K di tengah pembacaan FOMO pada level tertinggi dalam dua tahun, lonjakan 39% pada volume perdagangan, dan likuidasi short sebesar $556M, yang memperkuat momentum kenaikan. Terlepas dari squeeze tersebut, open interest naik 9,38% menjadi $61,33B, menandakan pengambilan risiko baru alih-alih sekadar penutupan short. Faktor pendukung mencakup arus masuk bersih ETF yang positif (~$317M) dan akumulasi korporasi yang berlanjut.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+5.38%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bitcoin (BTC) melonjak 6,42% dalam 24 jam dan naik 10,42% sepanjang sebulan terakhir, diperdagangkan di US$86.447. Likuidasi posisi short mencapai US$556 juta dalam sehari, seiring BTC bertahan dengan momentum positif di atas level psikologis US$80.000. Platform analitik kripto Santiment menilai FOMO (fear of missing out) Bitcoin kini berada pada level tertinggi sejak Desember 2024. Pada periode itu, BTC sempat menyentuh US$108.000, sebelum berlanjut ke rekor puncak historis Oktober 2025 di US$126.000. Di sisi aktivitas pasar, volume perdagangan gabungan Bitcoin baru-baru ini melonjak 39%. Meski terjadi gelombang short squeeze, open interest tetap meningkat 9,38% dalam 24 jam terakhir menjadi US$61,33 miliar. Dari sisi permintaan, pembelian korporasi ikut menguat. Strategy dilaporkan menambah 950 BTC. Arus dana bersih ETF juga kembali positif, tercatat US$317,10 juta per 21 September. Penguatan BTC turut ditopang turunnya imbal hasil obligasi dan harga minyak goreng, yang mendorong sentimen pasar bergerak ke "optimistis dengan kehati-hatian". Reaksi analis dan komunitas Seiring kenaikan harga, analis senior Ben Cowen menulis di X bahwa ia menarik kembali pandangan bearish-nya. Executive Chairman Strategy, Saylor, serta analis Michale van de Poppe menyambut perubahan sikap tersebut, sambil mengingatkan bahwa analisis bisa keliru dan perlu ditinjau berkala. Di komunitas, komentar juga mengarah ke figur TV Jim Cramer, yang mengaku menjual seluruh Bitcoin hampir dua bulan lalu karena khawatir risiko keamanan terkait komputasi kuantum. Ungkapan "Inverse Cramer strikes again" kembali ramai seiring harga BTC melampaui level jualnya. Meski mayoritas sentimen cenderung bullish, investor Garret Jin justru berbalik bearish. Setelah mengunci profit US$8,38 juta dari posisi long Bitcoin kemarin, ia kini membuka posisi short 500 BTC dengan leverage 3x senilai US$43,23 juta. Catatan Santiment Santiment mengingatkan bahwa ketika risiko menurun, potensi imbal hasil juga biasanya ikut mengecil. Menurutnya, teori ini bukan jaminan pembalikan arah, melainkan penekanan agar pelaku pasar tetap waspada. "Optimisme yang satu arah adalah saat kehati-hatian menjadi berguna." Prospek jangka dekat Jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$86.000, harga berpeluang kembali menguji ekstensi Fibonacci US$90.000. Jika turun menembus level tersebut, risiko koreksi mengarah ke kisaran US$82.000–US$84.000.