Arus Dana ETF Bitcoin Turun Lebih dari US$11 Miliar dari Puncak
Ringkasan Pasar AI
Data Bloomberg Intelligence yang dikutip oleh CoinDesk menunjukkan arus masuk bersih ke ETF Bitcoin turun dari sekitar $63B menjadi sedikit di atas $51B, yang mengindikasikan lebih dari $11B arus keluar dari puncak hingga saat ini dan salah satu periode penebusan terpanjang dan paling tertekan sejak peluncuran. Penarikan harian besar yang terjadi berturut-turut menandakan melemahnya posisi institusional dan memburuknya sentimen, dengan dukungan basis-trade memudar dan perhatian investor beralih menuju tema AI dan luar angkasa.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+1.30%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut laporan CoinDesk yang mengutip Bloomberg Intelligence, analis ETF James Seyffart menilai arus keluar dari ETF Bitcoin lebih besar daripada yang banyak dibayangkan pelaku pasar. Ia menyebut total arus masuk bersih produk-produk tersebut sudah turun dari puncak sekitar US$63 miliar menjadi sedikit di atas US$51 miliar, setara penarikan lebih dari US$11 miliar dari level tertinggi.
Seyffart mengatakan gelombang penebusan ini telah menyeret arus dana ETF Bitcoin ke bawah level terendah Februari dan menciptakan salah satu periode outflow terpanjang serta paling tertekan sejak produk diluncurkan. Ia menilai tekanan jual belum mereda, bahkan cenderung meningkat. Pada 25 Juni, sekitar US$700 juta tercatat keluar. Sehari setelahnya, arus keluar sekitar US$445 juta. Beberapa hari berikutnya masing-masing sekitar US$232 juta dan US$223 juta kembali keluar. Pada saat yang sama, aktivitas institusional dan sentimen pasar ikut melemah.
Ia menambahkan tidak ada satu penyebab tunggal di balik penarikan dana tersebut. Strategi basis trade yang sebelumnya menjadi penopang masuknya modal institusional disebut sudah banyak mereda. Kekhawatiran terkait Strategy dan stabilitas kepemilikan Bitcoin perusahaan itu juga menekan sentimen. Di sisi lain, perhatian investor mulai bergeser ke sektor lain. Tema AI dan ruang angkasa dinilai menarik lebih banyak modal dan pembicaraan dibanding ETF Bitcoin, sehingga mengurangi minat sebagian investor untuk menambah alokasi pada produk terkait.
Meski outflow berlanjut, penerbitan produk baru tetap berjalan. Laporan tersebut mencatat Goldman Sachs dan BlackRock meluncurkan covered call Bitcoin income ETF yang ditujukan bagi investor yang ingin menekan volatilitas sambil menghasilkan pendapatan. Seyffart menilai ada permintaan untuk eksposur Bitcoin ber-volatilitas lebih rendah, tetapi pasar masih berbeda pandangan soal kesesuaian produk yang menukar potensi kenaikan (upside) dengan imbal hasil untuk aset yang volatilitasnya tinggi. Ia juga menyebut lonjakan peluncuran ETP saat ini sebagai "spaghetti cannon", menggambarkan derasnya produk baru yang dirilis.
Sebagai pembanding, sejumlah produk yang lebih baru dan berukuran lebih kecil—seperti ETF terkait Solana, XRP, dan Hyperliquid—dinilai menunjukkan kinerja yang lebih stabil. Menurutnya, produk-produk yang diluncurkan saat pasar bearish itu terbukti lebih tangguh saat tertekan dibanding sebagian dana Bitcoin dan Ethereum yang sudah mapan.