Saham Asia menguat setelah inflasi AS melandai; Kospi melonjak hingga 5%
Ringkasan Pasar AI
CPI inti AS yang lebih rendah (0,2% m/m; 2,5% y/y, terendah sejak Maret 2021) mengurangi persepsi risiko pengetatan The Fed, sehingga meningkatkan selera risiko global. Saham Asia secara luas menguat, dengan KOSPI Korea memimpin penguatan tajam dan Nikkei Jepang naik, sejalan dengan repricing yang sensitif terhadap suku bunga. Penurunan futures Hang Seng menandakan adanya kantong-kantong kehati-hatian, namun dorongan regionalnya tetap risk-on.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSINIKKEI2252USD/USDT+2.16%
Wawasan AI · NCSINIKKEI2252USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Data terbaru dari AS menunjukkan core CPI naik 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan—level terendah sejak Maret 2021—sehingga meredakan ekspektasi pengetatan lanjutan dari Federal Reserve. Sentimen ini mendorong bursa Asia menguat pada 12 Agustus, dengan indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,6%. Korea Selatan memimpin reli: indeks KOSPI melesat 4,48% dan sempat menguat hingga 5%. Di Jepang, Nikkei 225 naik 1,83% sementara Topix bertambah 1,01%. Kontras, kontrak berjangka Hang Seng turun 0,87%, mencerminkan kehati-hatian di sebagian pasar.