Anthropic Bidik Sewa Kapasitas Komputasi Meta hingga US$10 Miliar jelang IPO, Dorong Permintaan Data Center Kripto

Ringkasan Pasar AI
Rencana yang dilaporkan dari Anthropic untuk menyewa hingga $10B komputasi Meta dan pengaturan pusat data jangka panjangnya dengan penambang Bitcoin TeraWulf menggarisbawahi kelangkaan yang semakin ketat pada chip, daya, dan ruang rak. Dinamika tersebut dapat meningkatkan nilai strategis infrastruktur penambangan kripto karena permintaan hosting AI bersaing untuk input yang sama, yang berpotensi mendukung utilisasi yang lebih tinggi dan repricing kapasitas pusat data yang didukung daya di seluruh tumpukan infrastruktur kripto.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.71%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Anthropic disebut tengah bernegosiasi untuk menyewa kapasitas komputasi dari Meta Platforms hingga US$10 miliar, seiring upayanya mempercepat ekspansi menjelang kemungkinan penawaran saham perdana (IPO). Reuters, mengutip The New York Times, melaporkan Anthropic pada Juni mengajukan kesepakatan berdurasi dua tahun untuk memanfaatkan kapasitas komputasi milik Meta dengan skema biaya bulanan. Kedua pihak dikabarkan memiliki opsi untuk mengakhiri perjanjian sebelum masa dua tahun berakhir. Kesepakatan ini belum final dan rincinya masih dibahas. Jika terealisasi, Anthropic akan mendapatkan akses ke armada chip dan kapasitas data center Meta untuk melatih dan menjalankan model AI tingkat lanjutnya—komponen krusial bagi pengembang model skala besar. Bagi Meta, penyewaan kapasitas dapat mengubah infrastruktur yang dibangun untuk dorongan AI internal menjadi sumber pendapatan baru di luar iklan, sekaligus menempatkannya berhadapan langsung dengan penyedia komputasi pihak ketiga seperti CoreWeave dan Nebius. Bagi pelaku kripto dan infrastruktur, rencana ini menegaskan nilai aset fisik komputasi dan daya listrik yang kian mahal. Keterbatasan chip, listrik, dan ruang rak yang menjadi penentu ekonomi penambangan kripto juga kini menjadi faktor utama ekspansi AI. Dalam konteks itu, langkah terpisah Anthropic meneken sewa data center 20 tahun dengan penambang Bitcoin TeraWulf menjadi sorotan. Fasilitas penambang beserta kontrak listriknya berpotensi dialihfungsikan untuk menampung perangkat keras AI, membuka sinergi lintas industri antara infrastruktur kripto dan lonjakan kebutuhan komputasi AI. Strategi Anthropic—menggabungkan peluang sewa kapasitas dari hyperscaler seperti Meta dengan perjanjian jangka panjang seperti sewa TeraWulf—menggambarkan cara perusahaan AI merakit sumber komputasi yang terdiversifikasi demi ketahanan pasokan dan kemampuan skala. Dampak finansial dan operasionalnya akan sangat bergantung pada syarat final dan tingkat pemanfaatan kapasitas. Terkait IPO, Bloomberg melaporkan Anthropic sedang mempersiapkan kemungkinan pencatatan publik. Sejumlah bank disebut mulai menyiapkan pertemuan dengan investor yang dapat menopang IPO paling cepat pada Oktober, meski jadwal itu tetap bergantung pada kondisi pasar dan keputusan akhir Anthropic. Jika terjadi pada Oktober, IPO Anthropic berpotensi lebih dulu dibanding IPO OpenAI, yang menurut Bloomberg dikaitkan dengan linimasa 2027. Pengembang AI asal China, DeepSeek, juga dikabarkan mempertimbangkan IPO di masa depan. Ini membuat Anthropic berpeluang menjadi salah satu pembuat model AI generasi baru pertama yang melantai di bursa. Di sisi lain, Anthropic baru-baru ini memperoleh persetujuan pemerintah AS untuk memulihkan akses ke model Mythos 5 bagi sejumlah perusahaan dan lembaga federal tertentu—indikasi meningkatnya adopsi di sektor komersial dan publik saat perusahaan memperluas infrastruktur sekaligus membangun minat investor. Kesimpulannya, potensi sewa komputasi US$10 miliar dari Meta—ditambah kesepakatan jangka panjang seperti sewa TeraWulf dan pemulihan akses Mythos 5—menunjukkan bagaimana kandidat pemenang di industri AI mengunci kapasitas komputasi fisik. Bagi pemain infrastruktur kripto, tren ini membuka kanal permintaan baru untuk ruang data center dan pasokan listrik, sekaligus mempertegas konvergensi ekonomi penambangan dan hosting AI ketika kedua pasar berebut sumber daya yang sama dan semakin langka.