American Express Rekrut VP untuk Kemitraan Stablecoin dan Blockchain, Gaji hingga US$282.000
Ringkasan Pasar AI
American Express menciptakan peran senior untuk stablecoin dan kemitraan onchain menandakan percepatan adopsi institusional atas penyelesaian yang ditokenisasi dan uang yang dapat diprogram. Langkah ini mengikuti perluasan uji coba stablecoin oleh Visa/Mastercard dan terjadi ketika kerangka U.S. GENIUS Act mendekati implementasi, mengurangi ketidakpastian regulasi untuk stablecoin pembayaran. Dalam jangka pendek, hal ini mendukung narasi infrastruktur kripto yang lebih luas serta permintaan untuk rel penyelesaian di rantai publik dan ekosistem terkait.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
ETH/USDT-3.03%
Wawasan AI · ETH/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
American Express (Amex) mulai memperkuat langkahnya di ranah stablecoin dengan membuka posisi senior baru untuk memimpin kemitraan dan strategi blockchain. Langkah ini menandai pergeseran Amex dari sekadar mempelajari "dolar digital" menuju pengembangan penggunaan praktisnya di bisnis pembayaran.
Dalam pengumuman rekrutmen, Amex memasang lowongan Vice President of Stablecoin and Blockchain Partnerships dengan kisaran gaji US$176.750 hingga US$282.000 per tahun. Posisi ini berada di unit Digital Labs Amex di New York dan berfokus pada "programmable money" serta settlement yang ditokenisasi.
Berdasarkan deskripsi pekerjaan, eksekutif tersebut akan merancang cara mengintegrasikan stablecoin ke jalur pembayaran (payment rails) Amex yang sudah ada, sekaligus membangun kemitraan dengan penerbit token, jaringan, dan apa yang disebut perusahaan sebagai "emerging commerce ecosystems".
Amex juga membuka posisi pendamping, Vice President of Onchain Products. Dua lowongan ini mengindikasikan pembentukan tim yang lebih luas untuk kapabilitas native blockchain, bukan sekadar satu perekrutan eksperimental. Di industri, pesaing seperti Visa dan Mastercard telah memperluas pilot settlement stablecoin, sementara sejumlah mantan eksekutif Amex dan Visa memilih keluar untuk meluncurkan inisiatif stablecoin sendiri yang menargetkan merek arus utama.
CEO American Express Stephen Squeri sebelumnya menyebut stablecoin sebagai alternatif yang sedang tumbuh terhadap jaringan pembayaran tradisional, meski ia juga menekankan bahwa kartu Amex yang terhubung kripto masih jauh dari realisasi. Serangkaian lowongan baru ini menunjukkan Amex mulai menggeser fokus dari pernyataan publik ke pengembangan internal.
Tren ini terjadi di tengah dorongan regulasi yang lebih jelas di Amerika Serikat. Dalam setahun terakhir, bank, fintech, serta jaringan kartu ramai masuk ke arena stablecoin. Dua stablecoin terbesar kini memiliki kapitalisasi pasar gabungan sekitar US$260 miliar, kira-kira tiga kali lipat dibanding nilainya pada 2023. Analis memperkirakan token semacam ini akan mengambil porsi yang kian besar dalam pembayaran berbasis dolar menjelang akhir dekade.
Waktu rekrutmen Amex juga selaras dengan perkembangan kebijakan. Kongres meloloskan GENIUS Act, yang menetapkan kerangka federal pertama untuk payment stablecoins dan mengklasifikasikannya sebagai instrumen pembayaran, bukan sekuritas. Enam lembaga federal kini berpacu menerbitkan aturan pelaksanaan sebelum tenggat undang-undang pada 18 Juli; setelah itu, penerbit memiliki sekitar 120 hari untuk memenuhi ketentuan.
Bitcoin.com News melaporkan bahwa penerbit stablecoin Circle juga baru-baru ini meminta Office of the Comptroller of the Currency (OCC) menyelesaikan aturan yang lebih kuat dan ditopang oleh payung hukum.
Ke depan, pasar akan menantikan apakah tim stablecoin Amex mampu melahirkan produk yang konkret, seperti paket settlement untuk merchant atau platform transfer lintas negara, sebelum aturan GENIUS Act mulai berlaku pada akhir 2026.